Selasa, 5 Mei 2026

Berita Bireuen

Panen Gagal, Harga Sembako Makin Tinggi, Ratusan Kaum Ibu di Bireuen Serbu Pasar Murah

Masyarakat datang ke pasar murah umumnya membeli besar karena sudah dua kali gagal panen.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Kaum ibu berdesak-desakan saat berbelanja di pasar murah di komplek Kantor Camat Makmur, Bireuen 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ratusan kaum ibu dari 27 desa di Makmur, Bireuen sejak pukul 09.00 WIB, Kamis (02/03/2023) memadati komplek kantor camat Makmur menunggu dibukanya pasar murah. Pasar murah kali ini digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag) Provinsi Aceh kerjasama dengan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop dan UKM) Kabupaten Bireuen.

Amatan Serambinews.com, saat dimulai penjualan, hampir seluruh kaum ibu meminta beras dan minyak goreng, kemudian gula, tepung dan telur urutan berikutnya.

Lukman, salah seorang warga Makmur kepada Serambinews.com mengatakan, masyarakat datang ke pasar murah umumnya membeli besar karena sudah dua kali gagal panen.

“Dua kali banjir, petani gagal panen, maka ketika ada pasar murah, warga dari seluruh desa ke pasar murah dan umumnya membeli beras,” ujarnya.

Petugas pelayanan terpaksa membatasi pembelian besar, satu orang hanya dibolehkan satu karung beras ukuran 10 kilogram. Sedangkan komoditi lainnya pembatasan tidak begitu ketat.

Yustirawati (30) seorang  ibu rumah tangga warga Gampong Paya Dua  usai belanja di pasar murah mengucapkan terimakasih atas digelar pasar murah, ia membeli beras dan  sangat membantu membeli barang kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, dan berharap terus berlanjut ke depan.

Dalam kegiatan pasar murah di Makmur atau setiap titik penjualan beras sebanyak  3.750 kilogram, minyak goreng 1.000 liter, gula 800 kilogram, telur 360 papan dan tepung terigu 250 kilogram.

Harga komoditi yang dijual beras premium ukuran 10 kilogram Rp 80.000/zak, minyak goreng 2 liter Rp 30.000, gula pasir 2 kilogram  Rp 22.000, telur ayam  Rp 35.000/papan dan tepung terigu Rp 10.000/kilogram.

Camat Makmur, Mukhsen SAg mengatakan, persediaan barang kebutuhan yang dijual murah sangat sedikit dan tidak mencukupi apalagi beras. “Semua orang mencari dan membeli beras karena petani gagal panen dan harga jual di pasar mahal, maka ketiga ada pasar murah, beras tetap utama dicari,” ujarnya.

Camat mengharapkan, gelar pasar murah dapat dilanjutkan lagi apalagi mendekati bulan puasa, masyarakat sangat membutuhkan berbagai komoditi dan jumlah komoditi yang dijual hendaknya ditambah sehingga masyarakat tidak kecewa, ujar camat.(*)

Baca juga: Polres Bireuen Siagakan Ratusan Personel untuk Pengamanan Muswil Muhammadiyah

Baca juga: Mantan Kadis Syariat Islam Lhokseumawe Isi Ceramah Jumat di Masjid Agung Bireuen

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved