Kamis, 21 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Televisi Iran Siarkan Tutorial Gunakan Senjata AK ke Warga, Militer Buka Kios Pelatihan di Desa-desa

Ia didampingi seorang perwira Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang menjelaskan teknik dasar penggunaan senjata kepada pemirsa.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO
Stasiun televisi pemerintah di Iran mulai menayangkan program yang mengajarkan warga sipil cara menggunakan senjata api. 

Televisi Iran Siarkan Tutorial Gunakan Senjata AK ke Warga, Militer Buka Kios Pelatihan di Desa-desa

SERAMBINEWS.COM - Stasiun televisi pemerintah di Iran mulai menayangkan program yang mengajarkan warga sipil cara menggunakan senjata api.

Siaran itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan United States dan ancaman terbaru Presiden AS, Donald Trump.

Siaran tersebut memicu perhatian publik internasional karena memperlihatkan presenter televisi hingga anggota militer mendemonstrasikan penggunaan berbagai jenis senjata secara langsung di layar kaca.

Dalam salah satu tayangan di saluran televisi Ofogh, presenter Hossein Hosseini terlihat memegang dan menembakkan senapan serbu AK di studio televisi.

Ia didampingi seorang perwira Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang menjelaskan teknik dasar penggunaan senjata kepada pemirsa.

Tak hanya itu, perwira tersebut juga memperagakan mekanisme penggunaan senapan sniper SVD dan senapan mesin PKS sebagai bagian dari edukasi kesiapsiagaan nasional.

Sementara di Channel 3 Iran, presenter perempuan Mobina Nasiri juga tampil memegang senapan serbu sambil menyampaikan bahwa masyarakat perlu memahami cara penggunaan senjata di tengah situasi yang dianggap semakin tidak menentu.

"Mereka mengirimkan saya sebuah senjata dari Lapangan Vanak agar saya, dan kalian semua, bisa belajar cara menggunakannya," kata Nasiri.

Lapangan Vanak di Teheran belakangan menjadi pusat demonstrasi anti-Amerika yang diikuti ribuan warga Iran.

Dalam aksi tersebut, sejumlah peserta menyatakan kesiapan mereka menghadapi kemungkinan konflik baru dengan Amerika Serikat.

"Saya siap mengorbankan hidup saya untuk negara dan rakyat saya," kata seorang wanita muda bernama Tiana, yang mengenakan kacamata berwarna bendera Iran, di tengah riuh rendah teriakan protes.

Ia menegaskan, rakyat Iran bersama militer negara itu siap bertempur apabila konflik dengan Amerika Serikat kembali pecah.

Situasi memanas setelah Presiden Donald Trump pada 17 Mei 2026 kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran.

Trump menyebut Iran “tidak akan memiliki apa pun yang tersisa” jika tidak segera membuat konsesi dalam proses negosiasi yang berlangsung alot.

Hal ini menyebabkan banyak warga Iran merasa bahwa pecahnya konflik kembali tidak dapat dihindari.

"Kami tahu perang ini belum berakhir. Kami tahu Trump tidak akan benar-benar bernegosiasi," kata Fatima, seorang peserta pawai di Vanak.

Pernyataan itu memicu kekhawatiran di tengah masyarakat Iran bahwa konflik bersenjata bisa kembali terjadi meski sebelumnya kedua negara sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata pada 8 April lalu.

Di sejumlah titik kota, otoritas Iran juga mulai mendirikan kios-kios pelatihan senjata bagi masyarakat umum.

Di Lapangan Hafte Tir, Teheran, sejumlah perempuan berhijab hitam terlihat mendapat pelatihan dasar menggunakan senapan AK-47 dari petugas keamanan.

Fenomena tersebut dinilai sebagai sinyal meningkatnya kesiapsiagaan pemerintah Iran dalam menghadapi potensi konflik lanjutan dengan Amerika Serikat.

Meski demikian, tidak semua warga mendukung pendekatan militer.

Di tengah demonstrasi dan pelatihan senjata, sebagian warga memilih menjalani aktivitas normal di taman kota sambil menyerukan perdamaian.

“Tidak ada perang,” ujar seorang pemuda yang melintas di dekat kerumunan demonstran.

Seorang perempuan lainnya mengatakan masyarakat hanya ingin hidup normal tanpa konflik berkepanjangan.

"Kami hanya ingin tinggal di negara normal di mana anak-anak kami dapat memiliki masa depan. Kami menginginkan perdamaian," kata seorang wanita.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved