Rabu, 10 Juni 2026

Kesehatan

Sering Keputihan? Waspada, Bisa Bikin Siklus Haid Berantakan! Ini Kata dr Boyke

Dr Boyke menjelaskan bahwa infeksi pada keputihan bisa menyebar hingga ke indung telur, tempat produksi hormon kewanitaan.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nur Nihayati
YouTube Kacamata dr Boyke
Dokter sekaligus seksolog, Dr Boyke Dian Nugraha, menjelaskan bahwa infeksi pada keputihan bisa menyebar hingga ke indung telur, tempat produksi hormon kewanitaan 

Pakar seksologi kenamaan, dr Boyke Dian Nugraha, mengingatkan para wanita untuk tidak sembarangan menggunakan produk pembersih atau pengharum pada area kewanitaan. Salah satu kebiasaan yang sangat dilarang adalah menyemprotkan minyak wangi ke area intim.

Menurut dr Boyke, berbagai penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan parfum pada organ intim dapat memicu reaksi alergi yang mengganggu.

Tak hanya itu, kandungan alkohol dalam minyak wangi juga berdampak buruk bagi kondisi fisik vagina.

"Ingat di dalam minyak wangi itu ada yang namanya alkohol, alkohol tersebut dia akan mengakibatkan daerah di vagina menjadi kering. Ya kering, mudah lecet, dan mudah terjadi infeksi," tegas dr Boyke dikutip dari YouTube Sonora FM, Jumat (23/1/2026).

Ia menyarankan agar para wanita membiarkan aroma alami tubuh apa adanya tanpa perlu ditutupi dengan pewangi kimiawi yang berisiko.

Hindari Celana Dalam "Jaring-Jaring"

Selain masalah parfum, dr Boyke juga menyoroti pemilihan pakaian dalam.

Ia melarang penggunaan celana model jaring-jaring atau mesh untuk aktivitas sehari-hari karena tidak dapat menyerap keringat dengan baik.

"Akibatnya keringat akan menumpuk di sana, akan mengundang berbagai macam penyakit termasuk jamur," jelasnya.

Meskipun penggunaan lingerie diperbolehkan untuk momen tertentu bersama pasangan, ia menyarankan untuk tetap kembali menggunakan celana biasa yang berbahan menyerap keringat untuk penggunaan rutin.

Tips Memilih Pembersih Kewanitaan yang Aman

Banyak wanita bertanya-tanya apakah aman menggunakan sabun pembersih kewanitaan setiap hari.

Dr Boyke menjelaskan bahwa hal tersebut diperbolehkan asalkan memenuhi kriteria tertentu agar tidak merusak ekosistem alami vagina.

Berikut adalah kriteria pembersih kewanitaan yang aman menurut dr Boyke:

  • Sesuai pH Vagina: Pilihlah produk yang memiliki tingkat keasaman (pH) sekitar 5,1.
  • Tanpa Antiseptik Keras: Hindari produk yang mengandung antiseptik yang dapat membunuh kuman baik (flora normal) di area vagina.
  • Gunakan Seperlunya: Gunakan pembersih saat mandi atau setelah buang air kecil.

Waspadai Rasa Panas dan Gatal

Jika Anda merasa panas saat menggunakan produk pembersih, itu bisa menjadi tanda bahwa kulit Anda tidak cocok dengan produk tersebut.

"Kalau terasa panas itu biasanya dia alergi dengan pencuci vagina tersebut," kata dr Boyke.

Selain itu, jika terjadi gatal di area selangkangan meskipun tidak mengalami keputihan, hal itu bisa disebabkan oleh infeksi jamur atau alergi.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved