Rabu, 29 April 2026

Kesehatan

Tekanan Jadi Ibu Sempurna Picu Postpartum Anxiety, Begini Cara Mengatasinya

Menurut dr Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ, tekanan sosial dan perbandingan di media sosial sering menjadi pemicu postpartum anxiety, yaitu gangguan

Editor: Mursal Ismail
Meta AI
ILUSTRASI - Ilustrasi seorang ibu mengalami baby blues usai melahirkan, gambar ini merupakan buatan Meta AI, Jumat (22/8/2025). 

Menurut dr Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ, tekanan sosial dan perbandingan di media sosial sering menjadi pemicu postpartum anxiety, yaitu gangguan kecemasan setelah melahirkan.

SERAMBINEWS.COM - Banyak ibu muda merasa tertekan untuk menjadi sosok sempurna, ibu ideal, istri teladan, dan tetap produktif.

Menurut dr Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ, tekanan sosial dan perbandingan di media sosial sering menjadi pemicu postpartum anxiety, yaitu gangguan kecemasan setelah melahirkan.

Gejalanya meliputi sulit tidur, rasa panik berlebihan, jantung berdebar, serta pikiran negatif tentang keselamatan anak.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu kebahagiaan dan fungsi sehari-hari ibu.

Apabila gejala semakin berat, sebaiknya segera berkonsultasi ke psikiater untuk mendapatkan terapi atau penanganan yang tepat.

Menjadi ibu bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang menjaga kesehatan mental agar dapat hadir sepenuh hati bagi anak dan keluarga.

Baca juga: Bedrotting: Antara Istirahat, Pelarian dan Ancaman Kesehatan Mental

Menurut dr. Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ, psikiater dari RS Pondok Indah – Pondok Indah, tekanan sosial dan ekspektasi tinggi sering kali menjadi akar kecemasan pada ibu muda.

“Ibu muda sering kali membandingkan diri dengan figur ibu ideal yang dilihat di media sosial. Ketika kenyataan tidak sesuai, timbul rasa gagal dan cemas berlebihan,” ujar dr. Zulvia pada keterangannya, Kamis (9/10/2025). 

 Kondisi ini dikenal sebagai postpartum anxiety, gangguan kecemasan yang muncul setelah melahirkan. 

Berbeda dengan baby blues yang biasanya berlangsung singkat, postpartum anxiety bisa menetap dan makin berat jika tak ditangani.

Gejalanya antara lain sulit tidur, mudah panik, detak jantung cepat, bahkan pikiran berulang tentang sesuatu yang buruk akan terjadi pada anak. 

Rasa cemas ini bisa membuat ibu kehilangan fokus dan kehilangan kebahagiaan dalam menjalani perannya.

Baca juga: Kesehatan Mental Ibu Jadi Fokus Seminar Parenting Nasional Muslimah Wahdah Islamiyah Banda Aceh

“Perasaan ini bisa mengganggu fungsi sehari-hari. Ibu jadi cepat marah, sulit fokus, dan kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai,” tambah dr Zulvia.

Secara medis, perubahan hormon pasca-melahirkan ikut memengaruhi sistem saraf dan kestabilan emosi. 

Ditambah lagi, kurang tidur dan minimnya dukungan sosial memperburuk kondisi mental.

Kunci utama untuk mengatasi anxiety disorder pada ibu muda adalah dukungan. 

Pasangan, keluarga, dan lingkungan harus menjadi tempat aman bagi ibu untuk berbicara tanpa dihakimi.

Beberapa langkah sederhana yang bisa membantu antara lain:

1. Jangan membandingkan diri dengan ibu lain

2. Istirahat saat anak tidur, jangan merasa bersalah untuk beristirahat

3. Ceritakan perasaan pada orang terdekat

4. Rutin melakukan aktivitas ringan seperti jalan pagi atau journaling

“Perempuan perlu memahami bahwa menjadi ibu sempurna bukan berarti harus kuat setiap waktu. Menyadari dan mencari pertolongan saat cemas bukan tanda kelemahan,” tutur dr. Zulvia.

Jika gejala makin berat, sebaiknya segera berkonsultasi ke psikiater. 

Penanganan bisa berupa terapi perilaku, konseling, atau obat anti kecemasan sesuai kondisi.

Menjadi ibu adalah proses yang tak harus sempurna. 

Yang terpenting bukanlah rumah yang rapi atau jadwal yang selalu tepat, tapi kesehatan mental yang stabil agar ibu bisa hadir penuh kasih untuk anaknya. (Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengaruh Medsos, Tekanan Jadi Figur Ibu Ideal Bisa Hancurkan Mental, Kenali Tanda Postpartum Anxiety

Berita lainnya tentang kesehatan mental

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved