Minggu, 12 April 2026

Advertorial

Mendulang Untung Bisnis Ayam Petelur di Bumi Sada Kata

USAHA ayam petelur sebenarnya merupakan usaha yang memiliki prospek sangat bagus untuk dikembangkan

Editor: bakri

* UKM Mitra Binaan PT Bank Aceh

USAHA ayam petelur sebenarnya merupakan usaha yang memiliki prospek sangat bagus untuk dikembangkan di Aceh, mengingat tingginya tingkat konsumsi telur di daerah ini.

Data Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh, dalam sehari telur yang terjual di Aceh mencapai 1 juta butir per hari. Sayangnya, sebagian besar atau sekitar 80 persen dipasok dari Sumatera Utara (Sumut).

Nah, drh Ubaidillah A, warga Kampong Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, termasuk yang jeli melihat peluang bisnis tersebut. Apalagi memang didukung dengan background pendidikannya yang dokter hewan.

Ada 4.000 ekor ayam yang dia pelihara, dengan produksi telur mencapai 3.680 butir per hari atau rata-rata mencapai 110.400 butir per tahun. Namun ia tidak hanya memasarkan telur, tetapi juga produk-produk ikutan lainnya yang memiliki nilai jual. Yaitu pupuk kompos dari kotoran ayam, dan ayam afkiran (tidak produktif lagi).

“Telur dan ayam afkiran kita pasarkan ke wilayah Kota Subulussalam dan sekitarnya. Sedangkan pemasaran kompos ke wilayah Kabupaten Phak-phak Barat (Sumatera Utara),” kata Ubaidillah, Kamis (26/12).

Dari usahanya itu, penjualan rata-rata per hari yang ia peroleh mencapai Rp 1,3 juta, atau Rp 39 juta per bulan, dengan omset keuntungan dari penjualan mencapai 25-30% per bulan. Ia juga mampu mempekerjakan empat orang karyawan untuk membantu usahanya. “Saya mampu membangun usaha ini karena dibantu pinjaman modal dari Bank Aceh,” ucapnya.

Ubaidillah memang tercatat sebagai salah satu debitur potensial Bank Aceh Cabang Subulussalam. Mula-mula ia mendapatkan pembiayaan sebesar Rp 50 juta melalui Kredit Mikro Bank Aceh (KMBA) pada tahun 2010 lalu. Karena usaha berkembang pesat, pihak bank lantas menambah plafon kredit sebesar Rp 150 juta melalui Kredit Modal Kerja.

Ini Sektor Andalan yang Harus Dibina
Bank Aceh memang memiliki komitmen kuat dalam mendukung dan menumbuhkan sektor-sektor usaha produktif seperti yang dilakukan drh Ubaidillah. Apalagi usahanya itu dalam rangka mengurangi ketergantungan Aceh dengan daerah lain.

“Kita siap memberi dukungan penuh untuk mendukung dan menumbuhkan usaha-usaha produktif. Dukungan kita berikan tidak hanya dari sisi permodalan, tetapi juga bimbingan (pembinaan),” kata Pimpinan Cabang Bank Aceh Subulussalam, Sajidin, didampingi Humas Bank Aceh, Amal Hasan.

Amal Hasan menambahkan, kebutuhan telur di Aceh memang sangat tergantung pada pasokan Sumut. Hal ini menjadi salah satu sebab mengapa banyak uang dari Aceh yang mengalir ke daerah lain, disamping karena faktor belanja pembangunan. “Bank Aceh kita harapkan bisa berperan besar mengurangi ketergantungan itu, yaitu dengan memberi dukungan kepada sektor usaha produktif yang mampu menyediakan produk-produk kebutuhan pokok dan produk kebutuhan pembangunan lainnya,” tutup Amal Hasan.(**)

Tags
Bank Aceh
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved