Jumat, 10 April 2026

Luar Negeri

Terungkap, Orang Eropa Mengonsumsi Makanan ini Pada Abad Pertengahan

ereka akhirnya berhasil mengumpulkan sampel tinja yang berasal dari awal abad ke-11 sampai abad ke-18 di Eropa Utara.

Editor: Amirullah

SERAMBINEWS.COM - Bagi para arkeolog, meneliti segala sesuatu yang berkaitan dengan masa lalu adalah hal sangat menarik.

Seperti sekelompok ilmuwan asal Eropa yang sangat tertarik mengetahui pola diet ratusan tahun lalu, untuk menilik bagaimana kondisi kesehatan manusia saat itu.

Proyek yang dipimpin Martin Søe bersama rekan-rekannya dari Universitas Kopenhagen dan Universitas Aarhus, memulai penelitian dengan menggali kotoran kuno dari kakus purbakala.

Mereka akhirnya berhasil mengumpulkan sampel tinja yang berasal dari awal abad ke-11 sampai abad ke-18 di Eropa Utara, termasuk Denmark, Belanda, dan Lithuania.

Baca: HEBOH Perawat Curhat dan Mengeluh di Facebook, Ternyata Begini Cerita Sebenarnya

Baca: VIDEO - Prosesi Adat Perkawinan Puteri Gubernur Aceh Irwandi Yusuf

Dalam laporan temuan yang diterbitkan di PLOS ONE, Rabu (25/4/2018), Søe berkata sampel tertua sebenarnya lebih mirip tanah organik gembur yang hampir membusuk sempurna.

Sementara sampel yang berusia lebih muda masih dapat dikenali. "Pada sampel berusia 400 tahun, mungkin Anda juga dapat melihat adanya kotoran manusia. Sampel yang lebih muda bahkan masih memiliki sedikit bau," ujar Søe dilansir NPR, Rabu (25/4/2018).

Sampel itu kemudian disaring dengan saringan yang sangat halus agar para peneliti dapat mengambil telur parasit untuk analisis DNA.

"Saat sampel ini disaring dan dicuci, kita masih menemukan DNA tanaman dan hewan seperti ikan atau paus dalam sampel," imbuh Søe.

Baca: Fakta Seputar Callind, Aplikasi Chatting Lebih Keren dari WhatsApp Buatan Anak Bangsa

Baca: Disaksikan Ratusan Warga, Terpidana Zina Dicambuk 100 Kali di Halaman Masjid Agung Lhokseumawe

Søe dan timnya kemudian mengurutkan semua materi genetik yang mereka temukan dan mulai mengidentifikasi mana yang merupakan DNA tanaman, hewan, dan parasit.

Setelah menganalisa parasit, Søe dan timnya akhirnya berhasil menarik kesimpulan makanan apa saja yang dikonsumsi manusia pada ratusan tahun lalu. "Kita melihat orang Eropa Utara mengonsumsi banyak ikan, karena (ditemukan parasit) cacing pita di ikan," katanya.

Sementara itu, sampel yang ditemukan di Denmark dari tahun 1600-an, tim Søe mendeteksi telur cacing pita yang hanya muncul ketika makan babi mentah atau babi setengah matang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved