Kamis, 9 April 2026

Berita Foto

FOTO - Corina, Harimau Sumatera Yang Terjerat Saat Dunia Sedang Dilanda Corona

Corina, nama yang diberikan kepada harimau sumatera ini, sebagai pengingat bahwa dia terjerat saat dunia sedang disibukkan dengan pemberitaan corona.

Editor: m anshar
FOTO - Corina, Harimau Sumatera Yang Terjerat Saat Dunia Sedang Dilanda Corona - harimau-sumatera-corina-1.jpg
Wahyudi / AFP
Harimau Sumatera Corina di dalam kandangnya sebelum dilepasliarkan di Hutan Semenanjung di Kampar, Provinsi Riau, Minggu (20/12/2020).
FOTO - Corina, Harimau Sumatera Yang Terjerat Saat Dunia Sedang Dilanda Corona - harimau-sumatera-corina-2.jpg
ANTARA FOTO/FB Anggoro
Harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang diberi nama Corina berada di kandang habituasi saat proses pelepasliaran, di kawasan hutan alam Semenanjung Kampar, Provinsi Riau, Sabtu (19/12/2020).
FOTO - Corina, Harimau Sumatera Yang Terjerat Saat Dunia Sedang Dilanda Corona - harimau-sumatera-corina-4.jpg
Wahyudi / AFP
Harimau Sumatera Corina di dalam kandangnya sebelum dilepasliarkan di Hutan Semenanjung di Kampar, Provinsi Riau, Minggu (20/12/2020).
FOTO - Corina, Harimau Sumatera Yang Terjerat Saat Dunia Sedang Dilanda Corona - harimau-sumatera-corina-5.jpg
ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi
Tim dokter hewan memeriksa kesehatan seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Corina yang berjenis kelamin betina di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) Arsari, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Jumat (11/12/2020).
FOTO - Corina, Harimau Sumatera Yang Terjerat Saat Dunia Sedang Dilanda Corona - harimau-sumatera-panthera-tigris-sumatrae-bernama-corina.jpg
ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Corina yang berjenis kelamin betina dalam kondisi dibius di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) Arsari, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Jumat (11/12/2020).
FOTO - Corina, Harimau Sumatera Yang Terjerat Saat Dunia Sedang Dilanda Corona - tim-dokter-hewan-memeriksa-kesehatan-seekor-harimau-sumatera.jpg
ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/Lmo/foc.
Tim dokter hewan memeriksa kesehatan seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Corina yang berjenis kelamin betina di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) Arsari, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Jumat (11/12/2020).
FOTO - Corina, Harimau Sumatera Yang Terjerat Saat Dunia Sedang Dilanda Corona - tim-dokter-hewan-memeriksa-kesehatan-seekor-harimau-sumatera-1.jpg
ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi
Tim dokter hewan memeriksa kesehatan seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Corina yang berjenis kelamin betina di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) Arsari, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Jumat (11/12/2020).
FOTO - Corina, Harimau Sumatera Yang Terjerat Saat Dunia Sedang Dilanda Corona - corina-berlari-ke-luar-kandang-habituasi.jpg
ANTARA FOTO/FB Anggoro
Harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang diberi nama Corina berlari ke luar kandang habituasi saat proses pelepasliaran, di kawasan hutan alam Semenanjung Kampar, Provinsi Riau, Minggu (20/12/2020).
FOTO - Corina, Harimau Sumatera Yang Terjerat Saat Dunia Sedang Dilanda Corona - harimau-sumatera-corina-berlari-ke-hutan.jpg
WAHYUDI / AFP
Harimau Sumatera Corina berlari ke Hutan Semenanjung saat ia dilepaskan oleh petugas lingkungan setelah hasil observasi kesehatannya diambil di Kampar, Provinsi Riau, Minggu (20/12/2020).

SERAMBINEWS.COM, PEKANBARU - Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dilepaskan kembali ke habitatnya di Provinsi Riau.

Pelepasliaran harimau bernama Corina itu dilakukan di kawasan restorasi ekosistem Riau, pada Minggu, (20/12/2020), pukul 09.00 WIB.

Pelepasliaran Corina dipimpin Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno.

Ikut serta dalam pelepasliaran, antara lain tim BBKSDA Riau, Pusat Rehalibitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD), dan PT RAPP.

Harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang diberi nama Corina berada di kandang habituasi saat proses pelepasliaran, di kawasan hutan alam Semenanjung Kampar, Provinsi Riau, Sabtu (19/12/2020). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melepasliarkan Corina, setelah harimau korban jerat pemburu itu dinyatakan sembuh usai dirawat di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya ARSARI selama delapan bulan.
Harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang diberi nama Corina berada di kandang habituasi saat proses pelepasliaran, di kawasan hutan alam Semenanjung Kampar, Provinsi Riau, Sabtu (19/12/2020). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melepasliarkan Corina, setelah harimau korban jerat pemburu itu dinyatakan sembuh usai dirawat di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya ARSARI selama delapan bulan. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Penentuan lokasi rilis dilakukan berdasarkan kajian kesesuaian habitat oleh tim pakar yang dipimpin Prof Satyawan Pudyatmoko dari Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM).

Baca juga: Dua Ekor Harimau Sumatera Masuk Perangkap BKSDA, Masih Ada yang Berkeliaran

Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan, harimau sumatera ini diselamatkan di kawasan PT RAPP di Estate Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, pada 27 Maret 2020.

"Sehari setelah ditemukan terjerat, tim medis kami berhasil membuka jerat dari kaki kanan Corina.

Kondisi luka pada kakinya sangat parah," ujar Suharyono dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (21/12/2020).

Harimau betina itu dibawa PRHSD Sumatera Barat untuk dirawat secara intensif.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, Corina diperkirakan berusia sekitar tiga tahun dengan berat badan 77,8 kilogram.

Kaki depan sebelah kanan Corina terluka cukup lebar dan dalam, tendonnya masih utuh.

Baca juga: Viral Harimau Sumatera Santai Berjalan di Jalan Raya, Pengendara Sampai Berhenti

"Berdasarkan hasil laboratorium diketahui bahwa Corina mengalami anemia makrositik normokromik (non-regenerasi), yaitu anemia atau kekurangan darah karena kurangnya asupan nutrisi dan deep laserasi atau luka yang dalam.

Corina dilakukan perawatan secara intensif di kandang karantina untuk memperhatikan perkembangan luka jerat pada kaki kanan serta kondisi kesehatannya," kata Suharyono.

Setelah dirawat intensif, Corina dipindahkan ke kandang enklosur untuk diobservasi perilaku dan kemampuannya dalam menangkap mangsa.

Selama sembilan bulan pemantauan, kondisi Corina dinyatakan sehat.

Baca juga: BREAKING NEWS - Harimau Sumatera Terekam Kamera Trap yang Dipasang BKSDA Subulussalam

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved