Jumat, 10 April 2026

Warga Buka Blokir Jalan, Pemkab Janji Perbaiki Mulai Pekan Depan

Jalan Kuta Makmue, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, yang diblokir warga pada Rabu (13/10/2021) petang, kembali dibuka

Editor: bakri
Kiriman warga
Pemblokiran jalan di Kuta Makmue, Kuala, Nagan Raya menuntut diaspal, Rabu (13/10/2021). 

SUKA MAKMUE - Jalan Kuta Makmue,  Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, yang diblokir warga pada Rabu  (13/10/2021) petang, kembali dibuka pada Kamis (14/10/2021) . Eksekutif dan legislatif setempat menyepakati jalan yang rusak parah itu segera diperbaiki secara bertahap, mulai pekan depan hingga pengaspalan tahun 2022.

Pembukaan  blokiran oleh warga empat desa setelah tim DPRK dan Pemkab turun menemui mereka serta melakukan rapat khusus di gedung dewan. Setelah rapat, tim eksekutif dan legislatif melanjutkan  pertemuan dengan keuchik dan perwakilan warga dari empat desa tersebut untuk menyampaikan hasilnya.

Pohon yang sebelumnya menutupi badan jalan kabupaten di Nagan Raya yang tembus ke Aceh Barat kembali dibersihkan oleh warga. Namun sebelumnya jalan itu diblokir ratusan warga, sehingga akses transportasi menjadi terganggu. Pemblokiran dimulai sejak Selasa malam.

Kadis PUPR Nagan Raya, Tamarlan yang ditanyai Serambi, Kamis kemarin,  mengakui bahwa jalan yang diblokir warga kembali dibuka. "Sudah dibuka. Sudah dibahas bersama antara Pemkab dan DPRK terkait perbaikan jalan tersebut," kata Tamarlan.

Dikatakan, perbaikan akan dimulai pekan depan dalam tahun 2021,  yakni dimulai pengerjaan lening jalan/batas saluran serta dilanjutkan ke tahun 2022. Perbaikan jalan Kuta Makmue sebenarnya sudah dalam program Pemkab Nagan Raya yang sudah diusulkan tahun 2020 dan 2021. Namun karena dampak Covid-19, dana yang bersumber dari bantuan keuangan  Pemerintah Aceh gagal disalurkan, sehingga belum terlaksana. Perbaikan yang dilakukan mulai tahun 2021, kata Tamarlan, menggunakan dana APBK 2021. "Mulai pekan depan sudah dimulai pengerjaan di lapangan," kata Kadis PUPR Nagan Raya.

Terkait aksi pemblokiran jalan, DPRK Nagan Raya dan Pemkab bergerak cepat membahas apa yang menjadi harapan warga. Rapat di DPRK dipimpin Ketua DPRK Jonniadi, dihadiri Ketua Komisi III DPRK dan sejumlah anggota DPRK. Dari Pemkab dihadiri Sekda Ardimartha, Kadis PUPR Tamarlan, Kepala BPKD Ali Munir dan Kepala Bappeda T Kamaruddin.

Seperti diberitakan, warga empat desa dalam dua kecamatan di Kabupaten Nagan Raya memblokir jalan Kuta Makmue, Kecamatan Kuala, Rabu (13/10/2021). Aksi pemblokiran jalan tembus antarkabupaten itu dilakukan karena warga menuntut pengaspalan, akibat kerusakan yang parah.

Warga empat desa meliputi Desa Kuta Makmue dan Gunong Reubo, Kecamatan Kuala serta Kecamatan Suka Makmue adalah Desa  Mancah dan Seumambek. Aksi pemblokiran oleh ratusan warga dengan menutup akses jalan. Mereka menebang pohon ke jalan, sehingga jalur itu ikut terhenti. Jalan yang diblokir selama ini juga sering dilintasi truk pasir dan kendaraan operasional perusahaan batu bara yang beroperasi di Nagan Raya dan Aceh Barat.

Ketua DPRK Nagan Raya, Jonniadi mengatakan, tahapan perbaikan jalan dimulai tahun ini, yakni diawali dari pembuatan lening. Anggaran untuk pengaspalan memang sudah diplot di tahun 2022. "Karena lening sudah dikerjakan di tahun ini dan eksekutif akan mengusahakan awal tahun sudah selesai tender dan langsung dapat dikerjakan," katanya.

Jonniadi mengakui bahwa perbaikan jalan Kuta Makmue memang sudah diprioritaskan dari awal. Bahkan, jika tidak gagal tender seharusnya jalan ini sudah dikerjakan tahun ini. "Kita harapkan pelaksanaan mulai tahun ini dapat terus berlanjut dan tuntas tahun depan, sehingga jalan yang menjadi harapan masyarakat itu dapat kembali lancar," ujar Jonniadi.(riz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved