Video
VIDEO Kisah Sukses Perantau Aceh Jol Sahara Sang Legenda
Nama lengkapnya adalah Zulkifli, sementara Sahara di belakang namanya adalah nama warung mie aceh miliknya. Kata Sahara begitu melekat di namanya.
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Syamsul Azman
SERAMBINEWS.COM - Jol Sahara, begitulah teman-teman sering memanggilnya.
Nama lengkapnya adalah Zulkifli, sementara Sahara di belakang namanya adalah nama warung mie aceh miliknya.
Saat ini warung Mie Aceh Sahara ini beralamat di Jalan Raya Pol Tangan Pasar Minggu, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kata Sahara begitu melekat di namanya.
Karena dia menjadi salah satu generasi awal yang mempopulerkan kuliner mie aceh di Jakarta.
Sehingga para pendatang baru di bisnis kuliner mie aceh di Jakarta ini kerap menganggapnya sebagai legenda.
Zulkifli alias Jol Sahara ini adalah pria asal Busu Dayah Syarif, Kecamatan Mutiara, Pidie.
Sebelum merantau ke Jakarta, Bang Jol terlebih dahulu merantau ke Lhokseumawe.
Baca juga: Kisah Diaspora Aceh – Sabrul Jamil, Pemilik Mie Aceh Pandrah yang Berkembang di Masa Pandemi
Di kota yang pernah menyandang nama Kota Petro Dolar inilah Zulkifli mengasah kemampuannya meracik mi aceh.
Seiring dengan meredupnya pesona Lhokseumawe sebagai kota perdagangan, menyusul mulai menipisnya produksi minyak alam dan gas di PT Arun, Zulkifli pun memutuskan mengadu nasib Jakarta.
Kisah perantauannya di Pulau Jawa dimulai pada tahun 1993, sebagai penjual mie aceh di kawasan Pasar Minggu.
Tiga tahun bekerja pada orang lain, Zulkifli memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri.
Dengan modal pas-pasan, Zulkifli menyewa satu lapak kecil di dalam Pasar Minggu yang kala itu ramai dengan perantau asal Aceh.
Di sini pula Zulkifli bertemu dengan jodohnya, Syamsinar, perempuan asal Lamlo, Kecamatan Sakti, Pidie.
Saat ini, Zulkifli dan Syamsinar telah dikaruniai enam orang buah hati.