Jumat, 10 April 2026

Berita Aceh Tengah

Gubernur Buka Mukerwil NU, Dorong Ekonomi Berbasis Syariah

“Kami yakin sinergi ini menjadi kunci kebarhasilan mewujudkan Aceh baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.” ZAHROL FAJRI, Kepala Dinas Pendidikan Dayah

Editor: mufti
Ist
ZAHROL FAJRI, S.Ag, MH - Kadis Syariat Islam Aceh 

“Kami yakin sinergi ini menjadi kunci kebarhasilan mewujudkan Aceh baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.” ZAHROL FAJRI, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Aceh menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) di Takengon, Aceh Tengah, Senin (2/12/2024) malam. 

Musyawarah yang mengusung tema ‘Transformasi Organisasi, Mengokohkan Khidmat NU di Aceh’ itu dibuka Pj Gubernur Aceh yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri SAg MH.

Mukerwil NU Aceh dihadiri Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sekaligus Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali (Lem Faisal), Rais Syuriyah PWNU, Tgk H Nuruzzahri (Waled Nu), Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri SAg MH, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Tengah, Kakan Kemenag Aceh Tengah, Ketua MPU Aceh Tengah, serta jajaran Forkopimda Aceh Tengah.

Zahrol menyatakan, Mukerwil NU merupakan langkah penting dalam meningkatkan sinergitas antara pemerintah dan NU dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. 

"Dengan kekuatan ilmu, kebijaksanaan, dan jaringan yang dimiliki, kami yakin NU dapat menghadirkan solusi berlandaskan kearifan lokal dan nilai-nilai Islam yang penuh kedamaian," ujarnya.

Ia berharap NU terus memperkuat peranannya dalam bidang pendidikan, terutama dalam membentuk karakter umat, di tengah perkembangan jaman yang saat ini terus berkembang pesat dengan kemajuan teknologi.

 "Kami berharap NU terus menjadi ujung tombak dalam membina generasi muda melalui pengembangan dayah, pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya," tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran strategis NU dalam mendorong ekonomi umat melalui koperasi, UMKM, dan program pemberdayaan yang berbasis syariah, langah tersebut dianggap penting untuk mengurangi angka kemiskinan yang terjadi di Aceh.

“NU punya potensi Besar mendorong ekonomi berbasis syariah melalui koperasi, UMKM, dan Program pemberdaaayan, Langkah ini sangat relevan mengurangi angka kemisikinan di Aceh,” harap Zahrol.

Zahrol Fajri juga berharap, PWNU di Aceh dapat mengokohkan kemajemukan dan moderasi agama dengan mengoptimalkan dakwah digital dalam menjawab tantangan zaman di masa sekarang ini.

“Pemerintah Aceh senantiasa mendukung upaya untuk berkolaborasi dengan NU, kami yakin sinergi ini menjadi kunci kebarhasilan mewujudkan Aceh baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali, mengatakan, musyawarah kerja ini sebagai bentuk kepedulian pengurus terhadap organisasi dan jamiah Nahdlatul Ulama di Aceh. 

Menurutnya, musyawarah menjadi modal penting dalam membangun dan mengembangkan organisasi NU di Aceh.

"Musyawarah kerja yang kita lakukan selama dua hari, sebagai bentuk rasa kepedulian kita kepada organisasi, kepada jamiah Nahdlatul Ulama, tentunya tidak akan mungkin nahdatul ulama ini, satu jalan dengan AD/ART tampa adanya koordinasi, dengan kordinasi itu membangun singergritas antara pengurus wilayah dan pengurus cabang," kata Lem Faisal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved