Senin, 13 April 2026

Berita Bireuen

Ekses Jembatan Putus di Desa Lawang, Jembatan Darurat Mulai Dibangun

Jembatan darurat dari batang kelapa dikerjakan bersama BPBD, PUPR Bireuen, pihak kecamatan dan melibatkan masyarakat dan berbagai kalangan

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
IST
Dibangun- Satu unit jembatan darurat dari batang kelapa mulai dibangun di lokasi jembatan putus Hagu – Lawang, Peudada Bireuen, Kamis (9/1/2024). 

 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Buntut kerjasama berbagai pihak jembatan darurat di lokasi jembatan putus kawasan Desa Lawang dan Hagu Peudada Bireuen yang putus dan ambruk ke dasar sungai pada Senin (6/1/2025) mulai ditangani secara darurat membangun jembatan darurat, Kamis (9/1/2025).

Jembatan darurat dari batang kelapa dikerjakan bersama BPBD, PUPR
Bireuen, pihak kecamatan dan melibatkan masyarakat dan berbagai
kalangan lainnya.

Pj Keuchik Lawang, M Akmal kepada Serambinews.com, Kamis (9/1/2025) mengatakan, warganya berjumlah 315 jiwa terisolir sejak dua hari lalu karena jembatan putus.

“Sejak kemarin sore sudah diantar batang kelapa dan lainnya ke lokasi dan tadi pagi masyarakat sudah bisa melintas jalan kaki melintasi jembatan tersebut, kalau sepeda motor belum bisa
lewat, karena jembatan darurat sedang dikerjakan,” ujarnya.

Kalak BPBD Bireuen, Afwadi BA mengatakan, jembatan darurat dibangun bersama masyarakat, melibatkan PUPR, BPBD dan pihak kecamatan.

Satu unit alat berat dibawa ke lokasi menimbun pada kedua ujung jembatan dan menanam batang kelapa sebagai penahan beban dan baru diletakkan batang kelapa lainnya.

Lebar jembatan awal 8 x 6 Meter dan penanganan perlu penimbunan duluan sehingga jembatan darurat bertahan, sepeda motor maupun roda empat dapat melintas.

“Jembatan darurat dibangun bersama agar masyarakat Lawang dan sebaliknya dapat melintasi jembatan tersebut,” ujarnya.

Camat Peudada Bireuen, Herry Seprinaldi SSTP MSi mengatakan, jembatan darurat mulai dibangun, pembangunan dikerjakan bersama.

Kepala PUPR Bireuen, Fadhli Amir ST MT sudah melihat secara dekat penanganan jembatan darurat dan saat ini mulai dilakukan pemasangan.

“Tadi pak Fadhli bersama anggota DPRK Bireuen langsung turun ke lokasi melihat penanganan pekerjaan membangun jembatan darurat tersebut,” kata camat.

Diperkirakan sore nanti, masyarakat sudah bisa melintas dan besoknya diharapkan sepeda motor bisa melintas, ujar camat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Satu jembatan permanen ukuran 8 x 6 Meter di perbatasan Desa Hagu dan Desa Lawang, Peudada Bireuen lokasi persis berjarak sekitar 2,5 Km arah selatan Keude Peudada Bireuen putus  total dan ambruk ke dasar anak sungai terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, Senin (6/1/2025) setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved