Feature
Prestasi Global di Dunia Riset, USK dan UIN Ar-Raniry Masuk ‘Top 2 Persen World Scientists 2025'
Sebanyak delapan akademisi dari dua perguruan tinggi ternama di Banda Aceh, yakni Universitas Syiah Kuala USK dan UIN
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia akademik Aceh. Sebanyak delapan akademisi dari dua perguruan tinggi ternama di Banda Aceh, yakni Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, berhasil masuk dalam daftar 2 persen peneliti paling berpengaruh dunia atau Top 2 persen World Scientists 2025.
Daftar bergengsi ini dirilis oleh Elsevier bekerja sama dengan Stanford University pada 19 September 2025 melalui publikasi Updated Science-wide Author Databases of Standardized Citation Indicators.
Pemeringkatan ini dilakukan berdasarkan sejumlah indikator standar sitasi, seperti jumlah kutipan, h-index, co-authorship adjusted hm-index, dan rasio kutipan. Dari lebih delapan juta peneliti aktif di seluruh dunia, sekitar 210 ribu ilmuwan dipilih sebagai bagian dari 2 persen paling berpengaruh berdasarkan dampak publikasi ilmiah mereka.
Rektor USK, Prof Dr Ir Marwan, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian para dosen. “Prestasi ini membuktikan bahwa riset di USK telah mendapat pengakuan internasional. Ini membanggakan Aceh dan Indonesia,” ujarnya.
Senada dengan itu, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman, menilai capaian ini sebagai hasil kerja keras sivitas akademika dalam membangun budaya riset berkualitas. “Kami terus mendorong peningkatan tata kelola riset di berbagai bidang,” katanya.
Selain capaian individu, USK juga tercatat sebagai salah satu dari tujuh besar institusi dengan jumlah ilmuwan terbanyak dalam daftar Top 2 persen versi BRIN. Di sisi lain, UIN Ar-Raniry menempati peringkat pertama kinerja riset di luar Jawa dan posisi keempat nasional dalam SCImago Institutions Rankings (SIR) 2025, bersanding dengan UI, UGM, dan IPB.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno, menyebut kehadiran lima ilmuwan dari PTKIN dalam daftar tersebut sebagai bukti transformasi mutu riset dan kolaborasi internasional yang semakin kuat. “Target kita bukan sekadar masuk daftar, tetapi memastikan riset berdampak pada literasi, moderasi beragama, dan sains terapan,” tambah Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah akademik Aceh, menandai kontribusi nyata para ilmuwan lokal dalam kancah riset global.(rn/fu)
Akademisi USK
- dr Harapan DTM&H., M.Infect.Dis (Fakultas Kedokteran)
- Prof Dr Mudatsir M.Kes (Fakultas Kedokteran)
- Prof Dr Samsul Rizal, M.Eng (Fakultas Teknik)
- Prof Dr M Faisal ST M.Eng (Fakultas Teknik)
- Prof Dr Muchlisin ZA S.Pi M.Sc (Fakultas Kelautan dan Perikanan)
- Prof Dr Ir Rinaldi Idroes M.Si (Fakultas MIPA)
Akademisi UIN Ar-Raniry
- Prof Muhammad Siddiq Armia (bidang Hukum dan Pendidikan)
- Prof Mursyid Djawas (bidang Sejarah dan Studi Historis).
features
Prestasi Global di Dunia Riset
Top 2 Persen World Scientists 2025
Akademisi USK dan UIN Ar-Raniry
| Wariskan Gagasan Jaga Aceh Mulia, Kapolda Luncurkan Buku "Polda Aceh Meutuah" |
|
|---|
| 1.700 Hektare Sawah Terselamatkan, Pemkab Aceh Selatan Tuntaskan Normalisasi Irigasi Gunung Pudung |
|
|---|
| Ade Naylan Sadida, Hafizah 30 Juz Lolos Prodi Dokter USK |
|
|---|
| Mulai 29 Juni 2026, Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung Umrah Aceh-Jeddah |
|
|---|
| Kisah Perjalanan Haji Alfaruq, Jamaah Termuda yang Berhaji Gantikan Ayah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prestasi-Global-di-Dunia-Riset.jpg)