Jumat, 5 Juni 2026

Banjir Pidie Jaya

Korban Banjir di Pidie Jaya Butuh Air Bersih, Makanan, hingga Pakaian

Korban banjir parah di Gampong Blang Awe, Kecamatan Meuredu, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), saat ini berada dalam serba keterbatasan.

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Ansari Hasyim
Tribunnews.com
TERTIMBUN LUMPUR - Kondisi rumah warga tertanam lumpur hingga dipenuhi mterial banjir di Gampong Blang Awe, Kecamatan Meuredu, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Sabtu (29/11/2025).  

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, PIDIE JAYA - Korban banjir parah di Gampong Blang Awe, Kecamatan Meuredu, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), saat ini berada dalam serba keterbatasan.

Pascadilanda banjir bandang pada Rabu (26/11/2025) dinihari, rumah warga Gampong Blang Awe beserta isinya banyak yang terendam lumpur.

Bahkan tak sedikit yang rumahnya hilang total akibat terbawa arus banjir. Mereka saat ini tersebar di beberapa tenda pengungsian dan rumah-rumah saudara atau tetangga.

Kini, warga yang selamat dalam keadaan serba keterbatasan, mereka mengeluhkan kondisi bantuan yang masih sangat minim.

Baca juga: Banjir Pidie, Jalan Nasional Tangse-Meulaboh Amblas, Listrik dan Internet Padam

Salah seorang warga, Nora, mengaku sudah empat hari mengungsi dalam kondisi berpindah-pindah dari rumah ke rumah warga yang tidak terdampak banjir.

Selama empat hari itu, bantuan pokok berupa makanan yang diterima masih sangat minim. Bahkan, untuk makan nasi saja hanya bisa berharap dari pemberian orang lain.

"Selama ini makanan cuma mie instan. Ada nasi, itupun dari sedekah warga lain," ujar Nora.

Kesulitan lainnya yang mereka hadapi saat ini adalah kebutuhan air bersih. 

"Untuk kebutuhan, kalau sekarang semua ngak ada. Air bersih, air minum juga tidak ada, susu untuk bayi, dan pakaian," ungkapnya.

Hal senada diungkap Taufik. Saat ini mereka sangat membutuhkan ketersediaan air bersih. Menurut Taufik, pascadihantam banjir seluruh warga serba keterbatasan. Kebutuhan pokok menjadi hal yang paling dinanti.

“Saat ini paling penting sekali air bersih dulu, lalu makanan, beras juga enggak ada padi kami,” katanya.

“Listrik sekarang kami cukup perlu sebetulnya, tapi kalau dialirkan sekarang listriknya membahaykan orang, karena memang tali di bawah semua sekarang ini kita lihat,” lanjut Taufik.

Seorang warga lainnya, Asiah mengaku sangat membutuhkan uluran tangan dari luar. Saat musibah banjir, dirinya dan keluarga tidak bisa menyelamatkan barang apapun.

“Barang-barang tak ada yang selamat satupun, cuma hanya ada baju di badan. Jilbab pun punya tetangga,” katanya.

Di tengah serba keterbatasan ini, Asiah sangat berhadap adanya bantuan kebutuhan dasar berupa air bersih.

“Kalau dibilang perlu, rumah paling perlu sekali, pakaian, makanan, air bersih,” ucapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved