Jumat, 1 Mei 2026

Sabang

Harga Cabai Merah di Sabang Turun Drastis, Pasokan Telur Masih Langka

Harga sejumlah komoditas pangan di Kota Sabang mulai menunjukkan penurunan setelah sempat melonjak...

Tayang:
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
PANTAU PASAR - Pejabat Pemko Sabang bersama unsur TNI–Polri memantau harga cabai di salah satu lapak pedagang pasar tradisional Sabang, Selasa (2/12/2025). Pemantauan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan setelah sempat terjadi lonjakan harga. 

 

Ringkasan Berita:
  • Harga sejumlah komoditas pangan di Sabang mulai turun setelah pasokan dari Aceh kembali masuk, namun telur ayam masih langka akibat terganggunya distribusi dari Sumatera Utara.
  • Pemko Sabang bersama Satgas Pangan dan aparat keamanan terus memantau stabilitas harga serta mengingatkan pedagang agar tidak menahan stok.
  • Pemerintah dan TNI–Polri memastikan dukungan penuh untuk menjaga kelancaran distribusi hingga kondisi pangan kembali normal.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Harga sejumlah komoditas pangan di Kota Sabang mulai menunjukkan penurunan setelah sempat melonjak tajam akibat terganggunya pasokan dari beberapa wilayah di Aceh. Meski beberapa bahan pokok kini lebih terjangkau, pasokan telur ayam masih menjadi persoalan utama yang belum terselesaikan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Sabang, Rinaldi Syahputra, mengatakan harga cabai merah yang sebelumnya melonjak hingga Rp230.000–Rp240.000 per kilogram, kini turun cukup drastis. Di sejumlah pedagang, cabai merah sudah kembali dijual sekitar Rp120.000 per kilogram.

“Penurunan harga ini mulai terlihat setelah pasokan dari luar daerah kembali masuk, meski belum sepenuhnya normal,” ujar Rinaldi saat melakukan pemantauan harga di pasar, Selasa (2/12/2025).

Sementara itu, cabai hijau masih menjadi komoditas yang sulit ditemukan. Hanya satu pedagang yang memiliki stok dengan harga jual Rp120.000 per kilogram, jauh di atas harga normal sekitar Rp60.000. Untuk cabai rawit, kondisi relatif aman karena suplai berasal dari produksi lokal Sabang.

Beda halnya dengan telur ayam. Komoditas ini justru menjadi yang paling langka. Kelangkaan terjadi hampir merata di banyak wilayah Aceh, termasuk Sabang. Distribusi telur dari Sumatera Utara belum pulih akibat sejumlah titik akses seperti Tamiang, Langsa, Bireuen, dan Pidie Jaya terdampak gangguan transportasi.

“Sejauh ini stok beras dan minyak goreng merek "Minyak kita" aman, tetapi pasokan telur masih tersendat. Distribusinya dari Medan belum normal dan jalurnya masih terputus,” jelas Rinaldi.

Ia mengingatkan pedagang agar tidak menahan stok serta tetap menjual sesuai kebutuhan masyarakat guna menjaga stabilitas harga.

Baca juga: Sabang Kian Dilirik, Proyek RS Terpadu Masuk Radar Investasi Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Sabang AKBP Sukoco menegaskan pihaknya melalui Satgas Pangan terus memperketat pengawasan harga dan distribusi bahan pokok. Pengamanan pasar juga ditingkatkan untuk memastikan aktivitas perdagangan berlangsung stabil.

“Kami memonitor perkembangan harga setiap hari. Kondisi Sabang saat ini aman dan harga sejumlah komoditas mulai stabil,” ujarnya.

Dukungan serupa diberikan Dandim 0112/Sabang Letkol Kav. Edi Purwanto, yang menegaskan TNI siap membantu pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran distribusi pangan.

“Kami terus membackup Polres dan Pemko. Koordinasi dengan Satgas Pangan berjalan baik,” katanya.

Pemerintah Kota Sabang memastikan pemantauan harga dan pasokan pangan akan terus dilakukan hingga situasi sepenuhnya pulih dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved