Jumat, 24 April 2026

Banjir Landa Aceh

Pengungsi Bireuen Mulai Diserang Penyakit, Anak-anak Sangat Rentan

“Kami terus turun ke lapangan melihat kondisi pengungsi dan melakukan pengobatan gratis bersama tim dari Koramil

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Yusmandin Idris
Pengungsi – Para pengungsi dampak banjir bandang di Mesjid Ulee Ceue, Jangka, Bireuen, Rabu (3/12/2025) mulai sakit-sakitan, terutama anak-anak. SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 

“Kami terus turun ke lapangan melihat kondisi pengungsi dan melakukan pengobatan gratis bersama tim dari Koramil

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ribuan warga Bireuen terdampak banjir yang mengungsi ke meunasah, mesjid dan sarana lainnya puluhan mulai sakit-sakitan, anak-anak sangat rentan dan sudah banyak yang sakit mulai dari demam dan gatal-gatal. 

Amatan Serambinews.com para pengungsi di Desa Punjot, Jangka Bireuen di meunasah setempat terbaring lemah, tim medis dari Puskesmas Jangka juga turun lokasi membantu pengobatan warga.

Kepala Puskesmas Jangka, Mursal SKM yang sedang bersama tim medis di Desa Punjot memeriksa kondisi kesehatan pengungsi mengatakan, para pengungsi umumnya mulai demam dan gatal-gatal serta penyakit lainnya.

“Kami terus turun ke lapangan melihat kondisi pengungsi dan melakukan pengobatan gratis bersama tim dari Koramil maupun lainnya serta Dinkes Bireuen,”ujarnya. 

Pandangan yang sama juga terlihat di lokasi pengungsian Mesjid Ulee Ceue, Jangka Bireuen, beberapa orang tua jatuh sakit, sejumlah anak terbaring lemah. 

Selain sakit juga keterbatasan kebutuhan bagi mereka anak-anak mulai dari susu dan lainnya.

Keuchik Ulee Ceu, Azwani mengatakan, seluruh warganya berjumlah 1300 jiwa mengungsi ke masjid karena rumah mereka rusak dan dipenuhi lumpur. 

“Kalau siang seperti jam segini, kaum bapak dan banyak juga ibu-ibu pulang ke rumah membersihkan rumah, di masjid banyak yang sakit terbaring lemah,” ujarnya sambil menunjukkan beberapa warga jatuh sakit. 

Sejumlah anak-anak terlihat lesu dan tidak sanggup bangun. 

Di lokasi pengungsian katanya, masyarakat sangat membutuhkan air bersih, beras, makanan anak-anak termasuk susu balita, popok bayi dan lainnya. 

“Kalau malam gelap, anak-anak maklum sendiri di masjid dan suara tangisan sangat pilu, banyak anak-anak sakit mulai dari demam,” ujarnya. 

Kondisi yang sama terpantau di titik pengungsian lainnya seperti Cot Ara, Masjid Kutablang dan beberapa lokasi lainnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved