Selasa, 14 April 2026

Banda Aceh

BPBD Banda Aceh Ingatkan Warga Tetap Siaga Selama Desember, Ini Pesannya

Pemerintah Kota (Pemko) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh mengimbau warga untuk tetap siaga...

Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com
Plt Kepala Pelaksana BPBD Banda Aceh, Ardi Asyadi. BPBD Banda Aceh Ingatkan Warga Tetap Siaga Selama Desember, Ini Pesannya. 

 

Ringkasan Berita:
  • Pemko dan BPBD Banda Aceh mengimbau warga tetap siaga menghadapi potensi curah hujan tinggi dan mematikan listrik saat air mulai menggenangi permukiman.
  • BPBD juga memperkuat mitigasi dengan membangun lima titik Early Warning System di Krueng Aceh dan Krueng Daroy, ditargetkan selesai pertengahan Desember.
  • Selain membantu daerah lain, BPBD terus melakukan sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan bencana untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh mengimbau warga untuk tetap siaga menghadapi potensi curah hujan tinggi pada Desember ini.

Pihaknya juga mengingatkan agar warga mengutamakan keselamatan dengan mematikan aliran listrik saat air mulai menggenangi pemukiman. “Matikan aliran listrik saat air menggenangi di wilayah pemukiman,” pesan Plt Kepala Pelaksana BPBD Banda Aceh, Ardi Asyadi saat dihubungi, Minggu (7/12/2025).

Selain itu, BPBD Banda Aceh juga berkomitmen membantu relawan penanggulangan bencana di tempat lain. Langkah ini dilakukan agar penanganan darurat bisa lebih cepat. “Fokus kita juga membantu relawan penanggulangan bencana pada kabupaten/kota terdampak di wilayah Provinsi Aceh,” ujar Ardi.

Di sisi lain, upaya mitigasi dan pencegahan banjir juga menjadi fokus utama. Sehubungan dengan lawatan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta tahun ini, rencana akan dibangun lima titik Early Warning System (EWS) sensor muka air dan curah hujan. Titik tersebut akan ditempatkan di Sungai Krueng Aceh dan Krueng Daroy, dari hulu hingga hilir.

Pembangunan EWS ini ditargetkan rampung pada minggu kedua Desember. Dengan adanya sistem peringatan dini, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat lebih cepat mengetahui potensi banjir dan segera mengambil langkah antisipasi.

Baca juga: Aisya Humaira, Siswi SMAN 3 Banda Aceh Raih Juara Satu Ajang TANOS 2025

Dengan langkah-langkah ini, Banda Aceh diharapkan lebih tangguh menghadapi ancaman potensi banjir di masa mendatang. Di sisi lain, pasca banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kota Banda Aceh pada November lalu, menjadi bahan evaluasi pihaknya, baik peralatan, maupun personel agar ke depan dalam penanganan bencana jauh lebih baik.

Tak hanya itu, BPBD Banda Aceh juga terus menggelar sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana di sekolah-sekolah serta komunitas masyarakat. Program ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya banjir.

“BPBD juga terus melakukan sosialisasi dan simulasi terkait dalam penanggulangan bencana ke masyarakat serta sekolah-sekolah di wilayah Kota Banda Aceh,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved