Banjir Landa Aceh
USK Bantah Mahasiswanya Terjebak di Samarkilang, Rektor: Kami belum Mulai KKN
Universitas Syiah Kuala (USK) mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial terkait berita, “Kritis, 10 mahasiswa KKN USK terjebak di
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Universitas Syiah Kuala (USK) mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial terkait berita, “Kritis, 10 mahasiswa KKN USK terjebak di Samarkilang, Bener Meriah” saat bencana banjir dan tanah longsor melanda Aceh pada 26 Desember 2025.
Rektor USK, Prof Dr Marwan menegaskan bahwa USK memastikan saat ini tidak ada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) USK yang sedang berlangsung, termasuk di wilayah Samarkilang, Bener Meriah maupun wilayah lainnya.
Kepala LPPM USK, Prof Dr.Mudatsir, M.Kes, melalui pernyataan resminya, Senin (8/12/2025) menyampaikan bahwa penyebaran informasi menyesatkan ini sangat merugikan dan berpotensi menimbulkan kepanikan di masyarakat maupun pihak keluarga mahasiswa.
“Tidak ada mahasiswa USK yang berada di lokasi KKN sekarang, karena semua program KKN sudah selesai. Sedangkakan KKN yang akan dilaksanakan akhir Desember 2025 sampai Januari 2026 baru selesai pembekalan beberapa minggu lalu dan belum berangkat ke lokasi," ujarnya.
Baca juga: Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir di Aceh Timur Bertambah, Jadi 48 Orang
USK menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak ada penugasan mahasiswa ke Samarkilang, Bener Meriah.
Sementara itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) yang sedang magang/PKPA di Bener Meriah, atas koordinasi dan bantuan berbagai pihak, kini telah berhasil dipulangkan via jalur udara pada 2 Desember 2025 lalu.
Sebelumnya diberitakan Sebanyak 10 Mahasiswa KKN dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh terjebak berhari-hari di pemukiman Samarkilang, Kabupaten Bener Meriah.
Mereka terjebak akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Bener Meriah sejak Rabu (26/12/2025).
Informasinya para mahasiswa yang sedang mengikuti Kerja Kuliah Nyata (KKN) saat ini kondisi mengkhawatirkan ada yang kelaparan bahkan cedera fisik.
Kelompok mahasiswa itu terdiri atas perempuan dan laki-laki itu terjebak di Samarkilang, Kecamatan Syiah Utama Bener Meriah telah memasuki hari ke 11 bencana.
Sementara menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi langsung berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengevakuasi para mahasiswa tersebut menggunakan helikopter.
"Ada 10 orang, perempuan dan laki-laki. Mereka terjebak di sana dan tidak bisa keluar dari Samar Kilang, kondisinya kritis, ada yang cedera dan sudah kelaparan," ujarnya, Sabtu (6/12/2025).
Dikatakan, jika pasca koordinasi berjalan, pihak BNBP siap memfasilitasi helikopter untuk proses evakuasi tersebut.
"Kita saat ini sedang menunggu di Bandara Rembele kemudian terbang menuju Samar Kilang," ungkapnya.
Di wilayah Pemukiman Samar Kilang kata dia, tim sudah menyiapkan helipad, tepatnya di kawasan Kampung Blang Panu, Kecamatan Syiah Utama.
"Mohon doanya. Kawasan Samar Kilang adalah daerah paling terisolir yang tidak dapat diakses melalui jalur darat akibat bencana. Terhadap 10 mahasiswa ini akan dibawa ke RSUD Muyang Kute untuk mendapatkan penanganan medis," pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, Presiden Prabowo melalui Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengirim 1 ton beras ke wilayah Samarkilang atau Syiah Utama, Bener Meriah.
Beras tersebut dikirim menggunakan helikopter Caracal milik TNI AU dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Soewondo, Medan.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY saat mengecek langsung proses pengiriman bantuan tersebut bersama Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman mengatakan, penggunaan helikopter Caracal untuk memastikan bantuan cepat sampai, mengingat akses darat belum sepenuhnya pulih.
“Saya memastikan langsung pengiriman bantuan logistik untuk warga di wilayah yang masih terisolir di Kabupaten Bener Meriah, Aceh,” tulisnya di unggahan video akun Instagram @agusyudhoyono, Senin, 1 Desember 2025.
Kecamatan Syiah Utama, satu diantara Kecamatan yang saat ini masih terisolir dengan memiliki 14 Kampung dan 2.799 jiwa.
Jaringan listrik dan telepon serta internet putus, sementara warga mulai panik karena kesulitan untuk mencari kebutuhan makanan pokok, terutama beras yang sangat sulit dicari, begitu juga untuk mencari bahan bakar BBM untuk kendaraan.
Camat Syiah Utama Mustakim mengatakan, untuk mendistribusikan bantuan pihaknya harus mengangkut bahan-bahan logistik dengan berjalan kaki.
"Secara estafet bang, yang bisa dilalui kendaraan roda empat hanya sampai Kanis, sisanya dengan kendaraan roda dua. Di beberapa titik kami panggul dengan berjalan kaki," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/JALAN-KKA-BENER-MERIAH.jpg)