Banjir di Pidie
Pidie Perpanjang Status Tanggap Darurat Hingga 14 Hari ke Depan, Dana BTT Rp 7 Miliar
Sekda Samsul Azhar mengatakan bahwa langkah awal pascabanjir yang dilakukan pemerintah adalah mengevakuasi warga
Sekda Samsul Azhar mengatakan bahwa langkah awal pascabanjir yang dilakukan pemerintah adalah mengevakuasi warga
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie dipastikan memperpanjang status masa tanggap darurat bencana hingga 14 hari ke depan.
Tanggal 10 Desember 2025 berakhir masa tanggap darurat pertama sehingga akan diperpanjang masa tanggap darurat kedua terhitung sejak 11 Desember 2025 hingga 14 hari selanjutnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie, Drs Samsul Azhar kepada Serambinews.com Senin (8/12/2025) menegaskan bahwa dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dialokasikan di Pidie senilai Rp 7 miliar lebih.
Alokasi dana ini diplot terbagia untuk beberapa instansi sesuai dengan penanganan sesuai kebutuhan. "Dana BTT sudah diproses sesuai dengan penanganan pascabanjir," katanya.
Sekda Samsul Azhar mengatakan bahwa langkah awal pascabanjir yang dilakukan pemerintah adalah mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman setelah air mulai menggenangi pemukiman.
“Kita sudah melakukan tindakan pertama mengevakuasi warga pascabanjir. Menjelang itu, warga sudah lebih dulu mengungsi. Pada masa panik, kita telah mengantarkan sembako untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan mendirikan posko kesehatan di lokasi pengungsian,” ujar Sekda.
Ia menjelaskan, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan bergerak cepat sejak ditetapkan status darurat bencana pada 27 November 2025.
Dalam masa darurat tersebut, pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga di pengungsian terus berlanjut, termasuk pelayanan kesehatan.
Pada 1 Desember 2025, pemerintah Pidie menggelar rapat evaluasi untuk menentukan langkah lanjutan.
Rapat tersebut menetapkan beberapa fokus pendataan dan kajian terkait kerusakan yang ditimbulkan banjir, mencakup infrastruktur, fasilitas umum, lahan pertanian dan perikanan, perkantoran, sekolah, rumah warga, prasarana sosial, serta fasilitas sumber daya air dan air bersih.
“Kita tetap saling berkoordinasi. Semua dilakukan secara paralel, termasuk pembersihan fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah, dan jalan,” katanya.
Pemkab Pidie juga terus berkoordinasi dengan BNPB, BPBA, Kementrian terkait dan instansi lainnya.
Salah satu langkah konkret adalah pembangunan hunian sementara (Huntara) untuk warga di Gampong Blang Pandak.
“Untuk hunian sementara dibangun oleh Perkim, dan kita akan memperpanjang status darurat. Status darurat berakhir 10 Desember, dan akan diperpanjang untuk 14 hari lagi,” sebut Sekda.
Dana BTT
Ia menambahkan bahwa anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp7 miliar sudah diproses sejak masa darurat sesuai kebutuhan masing-masing instansi.
“Di awal tahun dana BTT sudah diplot, anggaran ini harus rasional dan profesional. Sudah kita plot sejak awal tahun agar tidak terjadi kendala,” jelasnya.
Samsul Azhar menegaskan bahwa banjir yang terjadi tahun ini merupakan yang terbesar di Pidie. “Tahun lalu tidak sebesar ini karena saluran dan sungai masih bersih. Namun tahun ini debit air meningkat dan kondisi berbeda,” pungkasnya.
Update 4 Des 2025, yang ada dapur umum Dinsos
1.Tangse
Gp.Blang pandak 1 titik
422 kk dengan 1.021 jiwa
2.Mutiara timur
Gp.jojo 1 titik
1.152 kk dengan 3.770 jiwa
3.Mutiara
Gp.dayah 1 titik
1.579 kk dengan 5.033 jiwa
4.Kembang tanjong
Gp. puuk 1 titik
545 kk dengan 2.040 jiwa
| Hujan Deras, Ratusan Rumah di Batee Terendam Banjir |
|
|---|
| Kapolres Pidie Tinjau Sejumlah Gampong Terdampak Banjir di Kecamatan Muara Tiga |
|
|---|
| 10 Desa di Laweung, Pidie Terendam Banjir, Tebing Waduk Lhok Keumeudee Longsor |
|
|---|
| 695 ASN Gotong-Royong PascaBanjir, Bupati Sarjani Turun Langsung Pantau Lokasi |
|
|---|
| Gunakan Sepeda Motor, Menteri Ekraf Teuku Riefky Kunjungi Lokasi Banjir di Pidie |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sekda-Pidie-Drs-Samsul-Azhar-MSi_2024_.jpg)