Kamis, 23 April 2026

Gayo Lues

Jalan Nasional Kutacane-Blangkejeren Putus, DPRK Soroti Ribuan Warga Gantungkan Harapan 

Di lokasi terlihat puluhan pengendara motor mengantre menunggu jalur longsor kembali dapat dilalui.

Editor: Nur Nihayati
Serambi Indonesia/Bustami/serambinews
JALAN PUTUS - Ridwansyah anggota DPRK F Gerindra menyoroti vital nya peranan Jalan Nasional Kota Cane - Blangkejeren lokasi Putri Betung terhadap kebutuhan pokok ribuan masyarakat Gayo Lues dan terhadap roda perekonomian, Rabu (8/12/2025) 

Di lokasi terlihat puluhan pengendara motor mengantre menunggu jalur longsor kembali dapat dilalui.


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Sutami | Gayo Lues 

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN – Anggota DPRK Gayo Lues dari Fraksi Gerindra, Ridwansyah, menyoroti betapa vitalnya Jalan Nasional Kutacane–Blangkejeren bagi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dan perputaran ekonomi daerah.

Ruas jalan utama yang menghubungkan Tanah Alas dan Gayo Lues itu hancur diterjang bencana pada 27 November 2025, membuat akses transportasi darat terputus total.

Hampir dua pekan kendaraan roda empat tak bisa melintas, sementara sepeda motor hanya dapat melalui jalan setapak yang dibuat warga secara manual.

Menurut Ridwansyah, lebih dari 90 persen kebutuhan masyarakat Gayo Lues dipasok dari Sumatera melalui jalur darat sehingga perbaikan jalan harus menjadi prioritas utama.

Baca juga: Nakes ke Lokasi Terisolir, Layani Kesehatan Gratis Warga Tertahan di Jalur Blangkejeren–Kutacane

“Kebutuhan pokok kita dipasok dari Medan. Kalau kerusakan ini tidak segera diperbaiki, masyarakat bisa menghadapi kondisi yang sulit dibayangkan,” ujarnya saat meninjau pekerjaan alat berat di Dusun Tetumpun, Desa Kungke Jaya, Kecamatan Putri Betung, Senin (8/12/2025).

Di lokasi terlihat puluhan pengendara motor mengantre menunggu jalur longsor kembali dapat dilalui.

Salah seorang pengendara, Dedi, mengaku rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan kebutuhan harian dari Blangkejeren.

“Stok dapur sudah menipis. Mau tidak mau harus lewat meski medan sangat berat menuju pusat kabupaten,” katanya.

Ridwansyah berharap pemerintah melalui Balai Besar Jalan dan Jembatan Nasional dapat mengerahkan upaya maksimal, mengingat ribuan warga menggantungkan nasib pada akses vital tersebut.

Sementara itu, Robi, pemilik alat berat yang bekerja di lokasi longsor, menjelaskan kondisi medan sangat berisiko bagi operator.

“Tanah labil, jurang curam. Jika sedikit saja salah, alat bisa jatuh ke dasar Sungai Alas. Nyawa taruhannya,” ujarnya.

Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum Gayo Lues mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap mengutamakan keselamatan selama proses pembukaan akses berlangsung.

“Keselamatan berkendara harus diprioritaskan. Mari saling mengingatkan,” kata Suhardi, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PU Gayo Lues.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved