Banjir Landa Aceh

3.463 Rumah Disapu Banjir

Hasil pendataan sementara jumlah rumah yang hilang disapu banjir bandang pada akhir November 2025 di Aceh Utara mencapai 3.463 unit.

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE SERAMBI PASE EDISI SENIN 20251222 
Ringkasan Berita:
  • Hasil pendataan sementara jumlah rumah yang hilang disapu banjir bandang pada akhir November 2025 di Aceh Utara mencapai 3.463 unit
  • Kehilangan rumah korban umumnya disertai kehilangan harta benda dan sumber penghidupan
  • Kerusakan masif pada sektor perumahan ini berdampak langsung terhadap kondisi sosial masyarakat

“Sebab, penghuni rumah-rumah tersebut tidak memungkinkan kembali dalam waktu dekat, sehingga membutuhkan solusi hunian sementara yang lebih layak. Seperti huntara atau program relokasi,” Ismail A Jalil, Bupati Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Hasil pendataan sementara jumlah rumah yang hilang disapu banjir bandang pada akhir November 2025 di Aceh Utara mencapai 3.463 unit.  Selain hilang, 6.244 rumah lainnya mengalami rusak berat.

Totalnya rumah yang hilang dan rusak berat mencapai 9.707 unit. Kondisi ini dipastikan menciptakan gelombang pengungsi jangka menengah hingga panjang.

“Sebab, penghuni rumah-rumah tersebut tidak memungkinkan kembali dalam waktu dekat, sehingga membutuhkan solusi hunian sementara yang lebih layak. Seperti huntara atau program relokasi,” ujar Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil SE MM yang akrab disapa Ayahwa kepada Serambi, Minggu (21/12/2025).

Disebutkan Ayahwa, kehilangan rumah korban umumnya disertai kehilangan harta benda dan sumber penghidupan.  Jika tidak ditangani cepat, kondisi ini dapat memicu kerentanan ekonomi baru, meningkatkan angka kemiskinan, serta memperlambat pemulihan wilayah terdampak.

“Jika tinggal lama di pengungsian meningkatkan risiko penyakit menular, gangguan kesehatan mental, dan trauma, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas. Penanganan psikososial menjadi kebutuhan mendesak selain bantuan fisik,” ujarnya.

Menurut Bupati Aceh Utara, kerusakan rumah dalam jumlah besar menuntut evaluasi tata ruang dan mitigasi bencana ke depan. Pembangunan kembali di wilayah rawan banjir tanpa perbaikan sistem drainase dan pengendalian sungai berpotensi mengulang bencana serupa. 

“Pemulihan sektor perumahan memerlukan anggaran besar dan waktu panjang. Tanpa dukungan Pemerintah Pusat dan kolaborasi lintas sektor, proses rehabilitasi dan rekonstruksi berisiko lama,” katanya.

Berdasarkan data BPBD Aceh Utara, tercatat 117.509 rumah terendam banjir, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga hilang total. Dalam laporan tersebut disebutkan sebanyak 3.463 rumah dinyatakan hilang, tersapu arus banjir, sementara 6.244 rumah mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak huni.

Selain itu, 7.946 rumah rusak sedang dan 19.777 rumah rusak ringan turut terdampak, memperlihatkan skala bencana yang meluas dan kompleks. “Kerusakan masif pada sektor perumahan ini berdampak langsung terhadap kondisi sosial masyarakat,” kata Ayahwa.(jaf)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved