Kamis, 14 Mei 2026

Berita Aceh Jaya

Pemkab Aceh Jaya Peringati 21 Tahun Tsunami Aceh, Gelar Zikir & Doa Bersama

Peringatan yang mengusung tema “Belajar dari Sejarah, Siap Menghadapi Bencana” tersebut dihadiri unsur Forkopimda, DPRK Aceh Jaya, tokoh agama

Tayang:
Penulis: Riski Bintang | Editor: Mursal Ismail
angkapan Layar YouTube ABC News
PERINGAN TSUNAMI - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Aceh Jaya memperingati 21 tahun gempa bumi dan tsunami Aceh dengan menggelar zikir dan doa bersama di Masjid Agung Baitul Izzah, Calang, Jumat (26/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Aceh Jaya memperingati 21 tahun gempa dan tsunami dengan zikir serta doa bersama di Masjid Agung Baitul Izzah, Calang.
  • Bupati Safwandi menyebut tsunami sebagai tragedi dahsyat yang menjadi pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, dan kebersamaan, serta mendorong keseimbangan pembangunan fisik, ekonomi, dan keagamaan.
  • Pemkab Aceh Jaya berkomitmen memperkuat mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat, infrastruktur tangguh, dan edukasi kebencanaan agar tragedi serupa tidak terulang.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Aceh Jaya memperingati 21 tahun gempa bumi dan tsunami Aceh dengan menggelar zikir dan doa bersama di Masjid Agung Baitul Izzah, Calang, Jumat (26/12/2025).

Peringatan yang mengusung tema “Belajar dari Sejarah, Siap Menghadapi Bencana” tersebut dihadiri unsur Forkopimda, DPRK Aceh Jaya, tokoh agama, tokoh adat, jajaran pemerintah daerah, serta masyarakat dan anak-anak yatim.

Bupati Aceh Jaya Safwandi dalam sambutannya mengatakan, gempa dan tsunami yang terjadi 21 tahun silam merupakan salah satu peristiwa paling dahsyat dalam sejarah Aceh Jaya

Menurutnya bencana tersebut tidak hanya menghancurkan infrastruktur, tetapi juga merenggut ribuan nyawa dan mengubah kehidupan masyarakat secara drastis.

“Namun atas izin Allah SWT, kita diberi kekuatan untuk bertahan dan bangkit dari keterpurukan hingga seperti saat ini,” kata Safwandi.

Ia menegaskan, tragedi tsunami bukan hanya menjadi kenangan kelam, melainkan pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Aceh Jaya.

Baca juga: Perkim Aceh Distribusikan 2,58 Juta Liter Air Bersih ke Daerah Terdampak Bencana

Pasca-bencana, Aceh Jaya membangun kembali daerahnya dari titik nol dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari ulama, lembaga sosial, hingga para donatur.

Menurut Safwandi, kebangkitan fisik dan ekonomi yang telah dicapai harus diimbangi dengan pembangunan keagamaan yang kokoh agar masyarakat dapat hidup tenteram, aman, dan damai sesuai nilai-nilai Islam.

“Dari musibah besar tersebut, kita belajar tentang arti kesabaran, keikhlasan, dan kebersamaan. Gotong royong dan persaudaraan menjadi kekuatan utama masyarakat Aceh dalam bangkit,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Safwandi juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya untuk terus memperkuat mitigasi bencana, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, membangun infrastruktur yang tangguh bencana, serta memperluas edukasi kebencanaan sejak dini.

“Semua ini dilakukan agar tragedi serupa tidak kembali menelan korban sebesar masa lalu,” kata dia.

Menutup sambutannya, Safwandi mengajak seluruh masyarakat Aceh Jaya menjadikan peringatan tsunami sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjaga alam, serta memperkuat solidaritas sosial.

Baca juga: Korban Banjir di Sumatra yang Tak Pindah ke Huntara Dapat Dana Rp600 Ribu per Bulan

Ia juga mengajak seluruh hadirin mendoakan para korban tsunami agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.

Peringatan 21 tahun gempa bumi dan tsunami Aceh Jaya tersebut ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk refleksi, penghormatan kepada para korban, sekaligus penguatan komitmen menghadapi potensi bencana di masa depan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved