Jumat, 24 April 2026

Berita Aceh Selatan

Menuju Muscab PWI Aceh Selatan 2026, Sudirman Hamid Muncul sebagai Calon Ketua

Munculnya Sudirman dalam bursa calon ketua dinilai sebagai sinyal kuat dorongan perubahan di tubuh PWI Aceh Selatan.

Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Menuju Muscab PWI Aceh Selatan 2026, Sudirman Hamid Muncul sebagai Calon Ketua 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan 

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Menjelang berakhirnya masa kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Selatan periode 2023–2026 pada Januari 2026, dinamika internal organisasi wartawan tertua di Indonesia itu mulai menguat. 

Sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai calon ketua, salah satunya Sudirman Hamid, yang saat ini menjabat Sekretaris PWI Aceh Selatan sekaligus pendiri media siber Infokayat.co.

Munculnya Sudirman dalam bursa calon ketua dinilai sebagai sinyal kuat dorongan perubahan di tubuh PWI Aceh Selatan

Ia mengusung agenda konsolidasi organisasi serta penegakan standar profesionalisme wartawan di tengah tantangan fragmentasi internal dan disrupsi industri media yang kian kompleks.

“PWI tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Organisasi ini harus solid, terarah, dan tegas dalam menjaga marwah profesi. 

Wartawan harus bersatu, tetapi juga kompeten. Ini yang harus dibangun sebagai energi kekompakan,” kata Sudirman, Minggu (28/12/2025).

Baca juga: PWI Aceh Distribusikan Bantuan Darurat Tahap I untuk Wartawan Terdampak Bencana

Dalam visi kepemimpinannya, Sudirman menempatkan peningkatan kualitas dan kapasitas wartawan sebagai agenda strategis yang tidak bisa ditawar. 

Menurutnya, PWI harus hadir sebagai institusi yang benar-benar menjamin profesionalisme, etika, dan daya saing anggotanya, bukan sekadar simbol keanggotaan formal.

Selain penguatan internal, ia juga menekankan pentingnya reposisi PWI Aceh Selatan dalam membangun relasi eksternal. 

Kerja sama strategis dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, sektor swasta, serta organisasi pers lainnya dinilai penting, selama tidak mengorbankan independensi dan fungsi kontrol sosial pers.

“PWI harus menjadi mitra kritis yang bermartabat, bukan sekadar pelengkap seremoni. Hubungan dengan kekuasaan harus setara, profesional, dan berlandaskan kepentingan publik,” ujarnya.

Baca juga: PWI Aceh Buka Posko Peduli Korban Bencana, Bantuan Mengalir, Kotak Amal Tersedia untuk Pelintas

Berkiprah di berbagai media

Sudirman Hamid dikenal sebagai wartawan yang lama berkiprah di berbagai media nasional dan regional, di antaranya Jawa Pos Group, Harian Orbit, GoAceh, KBA.One, dan Antaran.id. 

Saat ini, ia aktif mengelola media siber yang konsisten mengangkat isu-isu daerah serta menjalankan fungsi kontrol sosial di tingkat lokal.

Ayah tiga anak ini juga memiliki pengalaman manajerial dan kepemimpinan organisasi, yang dinilai menjadi modal penting untuk menata PWI Aceh Selatan agar lebih tertib secara organisasi, tegas dalam menegakkan standar profesi, serta berwibawa di mata publik.

“Dengan agenda persatuan kita siap membawa PWI Aceh Selatan keluar dari stagnasi menuju organisasi pers yang kuat, independen, dan relevan dengan tuntutan zaman,” pungkasnya.

Baca juga: Jaksa Agung Terima Kunjungan PWI Pusat, Tegaskan Pers Sebagai Sahabat

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved