Jumat, 1 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Seratusan Pegawai PUPR  Lhokseumawe Bersihkan Lumpur di SMP Aceh Utara

"Namun kita mengambil inisiatif, bukan hanya PPPK saja yang kita terjunkan, tapi seluruh pegawai dibawah Dinas PUPR kita kerahkan ke lokasi,

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Kepala Dinas PUPR Lhokseumawe Said Bachtiar ST MT bersama pegawainya memberishkan lumpur di SMP Negeri Muara Batu, Aceh Utara, Sabtu (3/1/2026). 

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Seratusan pegawai baik berstatus PNS ataupun PPPK Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lhokseumawe kembali melakukan aksi kemanusian di wilayah Aceh Utara.

Aksi kemanusian yang berkalaborasi dengan pihak Polres Lhokseumawe kali ini berupa pembersihan lumpur di SMP Negeri 1 Muara Batu Aceh Utara, Sabtu (3/1/2025).

Kepala Dinas PUPR Lhokseumawe Said Bachtiar ST MT, kepada Serambinews.com, menjelaskan, aksi pembersihan ini dilakukan sesuai dengan instruksi Wali Kota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar.

Dimana Sayuti beberapa hari lalu mengintruksikan agar seluruh PPPK Tahap II dan PPPK Paruh waktu untuk melakukan aksi kemanusiaan di wilayah Muara Batu, Aceh Utara.

"Namun kita mengambil inisiatif, bukan hanya PPPK saja yang kita terjunkan, tapi seluruh pegawai dibawah Dinas PUPR kita kerahkan ke lokasi, agar  proses pembersihan bisa dilakukan lebih maksimal," katanya.

Proses pembersihan lumpur baik yang ada di ruang belajar dan halaman sekolah dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.

Pembersihan dilakukan secara manual.

Namun begitu, pihaknya juga mengerahkan mobil tangki air untuk mempercepat proses pembersihan.

"Alhamdulillah semua berjalan lancar dan kita harapkan bantuan kami dari pegawai PUPR Lhokseumawe bisa bermanfaat bagi masyarakat Aceh Utara," tegasnya.

Baca juga: 119 KK Warga Blang Guron-Bireuen Terdampak Banjir, Banyak Rumah Belum Dibersihkan dari Lumpur

Diberitakan sebelumnya, Wali Wali Kota Lhokseumawe, Dr Sayuti Abubakar, Kamis (1/1/2026), menegaskan, aksi pembersihan di wilayah berdampak di Aceh Utara ini merupakan bentuk solidaritas antarwilayah sekaligus wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat pascabencana. 

Menurutnya, bencana banjir yang melanda sejumlah kawasan di Aceh Utara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah setempat, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari daerah sekitar.

"Kita menurunkan pegawai untuk mendukung kegiatan pembersihan lingkungan di daerah terdampak banjir. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kami terhadap saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah," ujar Sayuti.

Para pegawai dikerahkan secara terkoordinasi untuk membantu membersihkan sisa lumpur, sampah, dan material lain yang terbawa banjir, khususnya di area permukiman warga dan fasilitas umum.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved