Banda Aceh
UIN Ar-Raniry Gandeng Yayasan Turki, Segera Miliki Fasilitas Air Siap Minum
Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menjalin kerja sama dengan Yayasan Tarara Global Humanity, membangun fasilitas air...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerja sama dengan Yayasan Tarara Global Humanity membangun fasilitas air minum siap konsumsi berbasis wakaf di lingkungan kampus.
- Kerja sama ini menjadi kolaborasi wakaf internasional pertama di Aceh yang terhubung langsung dengan Turki.
- Fasilitas berkapasitas 1.000 liter dengan sistem filtrasi modern ini ditujukan untuk menyediakan air minum sehat, higienis, dan gratis bagi sivitas akademika.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menjalin kerja sama dengan Yayasan Tarara Global Humanity, membangun fasilitas air siap minum berbasis wakaf di lingkungan kampus.
Program ini menjadi kolaborasi wakaf internasional pertama di Aceh yang terhubung langsung dengan Turki, yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg dan Ketua Yayasan Tarara Global Humanity Muhammad Haykal di ruang kerja Rektor setempat, Banda Aceh, Rabu (7/1/2026).
Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan, pembangunan fasilitas air minum wakaf ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menyediakan sarana pendukung kesehatan yang mudah diakses oleh sivitas akademika. “Fasilitas air minum ini akan membantu mahasiswa dan seluruh sivitas akademika mendapatkan akses air minum yang sehat, higienis, dan gratis di lingkungan kampus,” ujarnya.
Prof Mujiburrahman menilai, ketersediaan air minum layak konsumsi merupakan kebutuhan mendasar di perguruan tinggi, seiring meningkatnya aktivitas akademik dan jumlah mahasiswa. “Semoga ikhtiar ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para wakif, seiring manfaat yang dirasakan oleh para pengguna,” tambahnya.
Baca juga: UIN Ar-Raniry dan Ikhtiar Kemanusiaan di Tengah Banjir Aceh
Sementara Ketua Yayasan Tarara Global Humanity Muhammad Haykal menjelaskan, fasilitas tersebut dibangun melalui skema wakaf Seyyid Osman Hulûsi Ateş Darendevî, sebuah program wakaf yang berpusat di Turki. Proyek ini menjadi pilot project pertama di Aceh. “Selain fungsional, bangunan fasilitas air minum ini akan mengusung arsitektur khas Turki yang ikonik,” katanya.
Dari sisi teknis, fasilitas ini akan dilengkapi sistem filtrasi modern untuk memastikan kualitas air tetap aman dikonsumsi. Daya tampung air mencapai 1.000 liter dengan delapan kran yang dapat digunakan secara bersamaan.“Kami menargetkan pembangunan dapat dimulai dalam waktu dekat agar segera dimanfaatkan oleh civitas akademika UIN Ar-Raniry,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Mujiburrahman-dan-Ketua-Yayasan-Tarara-Global-Humanity-TT-MoU.jpg)