Selasa, 9 Juni 2026

Berita Lhokseumawe

Gerhana Bulan Total akan Terjadi Pada 14 Ramadhan 1447 H, Ini Hasil Kajian Ahli Falak Aceh

Gerhana matahari terjadi pada fase bulan baru (new moon), sedangkan gerhana bulan terjadi pada fase bulan purnama

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com  
Ahli Falak Aceh yang juga Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail SSy MA, 

Gerhana jenis terakhir ini tergolong peristiwa gerhana yang relatif jarang terjadi atau langka.

Untuk gerhana bulan dikenal ada tiga macam jenisnya :

Pertama, gerhana bulan total, dimana saat puncak gerhana seluruh piringan bulan memasuki bayangan umbra (inti) bumi, sehingga bulan terlihat saat itu berwarna hitam kemerah-merahan. 

Kedua, gerhana bulan sebahagian (parsial), dimana saat puncak gerhana terjadi, permukaan bulan hanya sebagian memasuki dalam bayang inti bumi (bayang umbra). 

Ketiga, gerhana bulan penumbra, dimana bulan hanya memasuki dalam kerucut bayang luar bumi saja (bukan bayang inti bumi), tidak sampai kedalam bayang inti (bayang umbra). 

Pada saat gerhana ini terjadi, secara kasat mata bulan hanya terlihat redup tidak memancarkan sinar yang kuat seperti pada saat purnama-purnama lainnya. 

Untuk mengetahui proses terjadinya gerhana penumbra harus menggunakan teleskop. 

Ahli falak Aceh, yang juga Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail S.Sy M.A, Jumat (9/1/2026) menjelaskan, sesuai hasl kajian ilmu falak, sepanjang tahun 2026, secara global akan terjadi 4 kali gerhana, yakni 2 kali gerhana matahari dan 2 kali gerhana bulan

Rinciannya :

1.Gerhana Matahari Cincin, 17 Februari 2026 M, 29 Syakban 1447 H.

2. Gerhana Bulan Total, 03 Maret 2026 M, 14 Ramadhan 1447 H.

3. Gerhana Matahari Total, 13 Agustus 2026 M, 29 Safar 1448 H.

4. Gerhana Bulan Parsial, 28 Agustus 2026 M, 15 Rabiul Awal 1448 H.

Dari 4 gerhana yang akan terjadi sepanjang tahun 2026, hanya gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 yang dapat dilihat dari daratan Aceh dan Indonesia saat bulan purnama terbit di ufuk timur pada malam 14 Ramadhan 1447 H. 

Untuk gerhana yang lain tidak ada satupun yang dapat dilihat dari Aceh, hal ini dikarenakan wilayah gerhana tidak ada satupun yang melewati daratan Aceh dan Indonesia.(*)

Baca juga: Empat Gerhana Terjadi Sepanjang 2026, Hanya Satu Kali Bisa Terlihat di Aceh

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved