Jumat, 17 April 2026

Banjir Landa Aceh

Atjeh Connection Foundation Dirikan Sekolah Darurat di Pedalaman Aceh Timur

“Sekolah darurat ini kami lakukan agar anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan, meskipun sekolah mereka rusak parah, bahkan ada yang hancur...

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Tim Atjeh Connection Foundation tenda darurat untuk anak-anak bisa belajar di di Dusun Rantau Panjang Rubek, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (15/1/2026). 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Atjeh Connection Foundation (ACF) memfasilitasi Sekolah Darurat bagi anak-anak korban banjir bandang di wilayah pedalaman Aceh Timur.

Program ini dilaksanakan di Dusun Rantau Panjang Rubek, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (15/1/2026). 

Program serupa juga sebelumnya dilaksanakan secara berkeliling ke sejumlah wilayah terdampak banjir, antara lain Dusun Peulalu, Desa Blang Seunong; Dusun Ranto Panyang dan Dusun Tanjung Singkil, Desa Sijudo; serta Dusun Sarahgala, Desa Sahraja.

Sejak banjir melanda, anak-anak di wilayah tersebut tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar karena sekolah mereka rusak parah, bahkan sebagian hancur.

Untuk menjangkau lokasi-lokasi ini, relawan ACF harus menempuh perjalanan berat, termasuk menyusuri sungai menggunakan perahu serta melewati akses darat berlumpur yang sulit dilalui.

Dalam beberapa misi, relawan bahkan harus bermalam di perjalanan.

“Sekolah darurat ini kami lakukan agar anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan, meskipun sekolah mereka rusak parah, bahkan ada yang hancur akibat banjir,” ujar Amir Faisal Nek Muhammad, Founder Atjeh Connection Foundation.

Baca juga: Dampak Banjir, 120 Bangunan Dayah di Aceh Timur Rusak, Proses Belajar Belum Pulih, Ini Lokasinya

Selain kegiatan belajar mengajar, ACF juga menyalurkan school kit berupa tas dan alat tulis kepada anak-anak.

Program pendidikan ini melengkapi aksi kemanusiaan ACF yang sejak awal fase tanggap darurat secara rutin menyalurkan bantuan logistik, serta menghadirkan tenaga kesehatan, obat-obatan, dan layanan jaringan internet gratis, dengan fokus pada wilayah pedalaman yang terisolir agar bantuan lebih tepat sasaran.

Aksi kemanusiaan Atjeh Connection Foundation telah berlangsung sejak 3 Desember hingga saat ini dan memasuki hari ke-43.

Selain di Aceh Timur, kegiatan serupa juga dilakukan di sejumlah daerah terdampak banjir lainnya, antara lain Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Jaya, Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

Menurut Amir Faisal Nek Muhammad, tantangan terbesar dalam penanganan bencana di wilayah pedalaman adalah keterbatasan akses serta minimnya distribusi bantuan.

Oleh karena itu, ACF memilih memprioritaskan daerah-daerah yang sulit dijangkau agar kehadiran relawan benar-benar memberi dampak langsung bagi warga.

“Kami menyadari tidak semua wilayah bisa dijangkau dengan mudah. Karena itu, sejak awal kami fokus ke pedalaman yang terisolir, baik dalam penyaluran logistik, layanan kesehatan, maupun pendidikan darurat. Selama akses masih sulit dan anak-anak belum bisa kembali ke sekolah, kami akan terus hadir mendampingi,” kata Amir Faisal.

Ia menegaskan, Sekolah Darurat bukan hanya solusi sementara, tetapi juga bentuk kepedulian agar anak-anak korban banjir tidak tertinggal dalam proses belajar.

“ACF berharap sinergi dengan berbagai pihak dapat terus terbangun untuk mempercepat pemulihan pendidikan dan kehidupan warga pascabencana,” pungkasnya. (*)

 

 

 

 

 

 


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved