Selasa, 21 April 2026

Pemulihan Aceh

SDN 2 Kutablang Bireuen Masih Berlumpur, Polres Turun Tangan

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu berdampak luas, khususnya terhadap sektor

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
angkapan Layar YouTube ABC News
GOTONG ROYONG - Jajaran Polres Bireuen, Minggu (18/1/2026), kembali turun ke SDN 2 Kutablang di Desa Lhoknga, Kecamatan Kutablang, untuk melaksanakan gotong royong membersihkan endapan lumpur. Kegiatan dipimpin Kasat Samapta Polres Bireuen AKP Zulkifli Harahap, S.Sos, bersama Kasat Polairud AKP Slamet Rezki, S.H. 

Ringkasan Berita:
  • Ratusan lembaga pendidikan mengalami kerusakan parah dan dipenuhi lumpur, termasuk SD Negeri 2 Kutablang yang berlokasi di Desa Lhoknga, Kecamatan Kutablang.
  • Meski pembersihan telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, kondisi sekolah tersebut hingga kini masih belum sepenuhnya bersih.

 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu berdampak luas, khususnya terhadap sektor pendidikan.

Ratusan lembaga pendidikan mengalami kerusakan parah dan dipenuhi lumpur, termasuk SD Negeri 2 Kutablang yang berlokasi di Desa Lhoknga, Kecamatan Kutablang.

Meski pembersihan telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, kondisi sekolah tersebut hingga kini masih belum sepenuhnya bersih.

Melihat situasi itu, jajaran Polres Bireuen kembali turun tangan melakukan gotong royong membersihkan endapan lumpur di SDN 2 Kutablang, Minggu (18/1/2026).

Baca juga: 220 Mahasiswa Jadi Tim Verifikasi Kerusakan Rumah di Aceh Timur, Berasal dari 11 Kampus

Kegiatan pembersihan dipimpin Kasat Samapta Polres Bireuen AKP Zulkifli Harahap, S.Sos, bersama Kasat Polairud AKP Slamet Rezki, S.H., serta puluhan personel lainnya. Turut terlibat personel Polsubsektor Kutablang.

Kasi Humas Polres Bireuen Iptu Marzuki, didampingi Kasubsi PIDM Aipda Safwan Rizal, mengatakan pembersihan dilakukan dengan menggunakan berbagai peralatan, seperti kereta sorong, cangkul, sekop, mesin pompa air, dan alat pembersih lantai karet.

Para personel bersama para guru bahu-membahu membersihkan lumpur tebal yang masih mengendap di ruang-ruang kelas.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mempercepat pemulihan fasilitas umum pascabencana, termasuk sarana pendidikan, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan dampak banjir.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Kutablang, Syarifah Nazariah, mengungkapkan kondisi sekolahnya sangat memprihatinkan.

“Sekolah kami penuh endapan lumpur, rusak, dan kembali ke nol. Semua barang habis, mulai dari buku, mobiler, hingga LCD. Kami harus memulai lagi dari awal,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski para guru telah berupaya membersihkan sekolah sejak lama, ketebalan lumpur yang mencapai sekitar setengah meter di ruang kelas membuat proses pembersihan menjadi sangat berat. Saat ini, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut belum dapat dilaksanakan.

SDN 2 Kutablang memiliki 140 murid dan 18 guru. Selain sekolah tersebut, ratusan sekolah dan madrasah lain di Kabupaten Bireuen juga terdampak banjir bandang.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, tercatat sebanyak 52 SD dan 44 SMP mengalami kerusakan. Selain itu, 122 taman kanak-kanak terdampak, 54 Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri dan dua MI swasta rusak, 10 MTs negeri dan dua MTs swasta terdampak, serta enam Madrasah Aliyah (MA) negeri, empat MA swasta, dan dua Raudhatul Athfal (RA) ikut terimbas banjir.

Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga rusak berat. Sebagian besar ruang belajar hanya menyisakan bangunan, sementara seluruh fasilitas di dalamnya rusak akibat banjir.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved