Selasa, 28 April 2026

Banjir Landa Aceh

Satu Korban Bencana Aceh Kembali Ditemukan, Total Meninggal Capai 561 Orang

Berdasarkan data laporan Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, pada Senin (19/1/2026), korban ditemukan tertimbun longsor...

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/BASARNAS BANDA ACEH
MENGEVAKUASI MAYAT – Tim SAR mengevakuasi mayat korban banjir dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota pada akhir November 2025 lalu. 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Satu korban akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh kembali ditemukan.

Dengan penemuan ini, jumlah korban meninggal dunia di Aceh menjadi 561 orang.

Berdasarkan data laporan Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, pada Senin (19/1/2026), korban ditemukan tertimbun longsor setebal sekitar lima meter yang baru berhasil dibersihkan.

Lokasi penemuan berada tidak jauh dari rumah korban.

Korban diketahui bernama Razulon Irfan, warga Desa Jongok Meluem, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah.

Korban ditemukan Minggu kemarin (18/1/2026), setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak terjadinya banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025.

Diketahui, data terbaru Pos Komando Tanggap Darurat yang diperbarui pada Minggu (18/1/2026) pukul 20.00 WIB mencatat, selain 561 korban meninggal dunia, saat ini juga masih ada sebanyak 30 orang dinyatakan hilang.

Sementara itu, korban luka ringan mencapai 4.939 orang dan luka berat sebanyak 456 orang.

Lebih lanjut, hingga saat ini dampak bencana juga masih dirasakan oleh warga yang mengungsi.

Tercatat terdapat 988 titik pengungsian dengan total 24.426 kepala keluarga (KK) atau 91.962 jiwa.

Baca juga: BERITA POPULER - Kayu Hanyut Banjir Sumatra Dilarang Dikomersialkan, Link Baca Broken Strings Gratis

Sebelumnya, Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan pencarian korban banjir dan tanah longsor di Aceh tetap terus dilaksanakan seiring dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat bencana Aceh.

“Proses pencarian masih terus dilakukan sesuai dengan perpanjangan masa tanggap darurat. Pencarian dilakukan bersamaan dengan kegiatan pembersihan,” kata Harris saat dikonfirmasi Serambinews.com, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, fokus pencarian diarahkan ke wilayah-wilayah yang masih memiliki data korban hilang.

Menurutnya, Basarnas tetap melakukan pencarian secara aktif meskipun dibarengi dengan aktivitas penanganan lainnya.

“Pencarian tetap aktif, hanya saja dibarengkan dengan pekerjaan lain. Kita tidak mengenal istilah pencarian pasif,” ujarnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved