Sabtu, 25 April 2026

Berita Aceh Jaya

WNA Vietnam Diduga Kuasai Tambang Emas Ilegal di Aceh Jaya

Seorang penambang tradisional dalam video tersebut menyebutkan bahwa eskavator di lokasi merupakan milik WNA asal Vietnam

Editor: mufti
Serambinews.com
Aktivitas tambang emas ilegal menggunakan alat berat diduga milik WNA asal Vietnam merusak aliran sungai di Gampong Karueng Ateuh dan Meudang Ghon, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya. 
Ringkasan Berita:
  • Pertambangan emas ilegal terus marak di sejumlah titik Kabupaten Aceh Jaya. Salah satunya berada di kawasan Gampong Karueng Ateuh dan Meudang Ghon, Kecamatan Jaya
  • Penambangan menggunakan alat berat ini dilaporkan telah menyebabkan kerusakan parah pada Daerah Aliran Sungai (DAS).
  • Seorang penambang tradisional dalam video tersebut menyebutkan bahwa eskavator di lokasi merupakan milik Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Aktivitas pertambangan emas ilegal terus marak di sejumlah titik Kabupaten Aceh Jaya. Salah satunya berada di kawasan Gampong Karueng Ateuh dan Meudang Ghon, Kecamatan Jaya. Penambangan menggunakan alat berat ini dilaporkan telah menyebabkan kerusakan parah pada Daerah Aliran Sungai (DAS).

Dalam sebuah video yang salinannya diterima Serambi, terlihat kondisi sungai yang rusak akibat penggalian eskavator untuk mendapatkan emas. Seorang penambang tradisional dalam video tersebut menyebutkan bahwa eskavator di lokasi merupakan milik Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam. “Beginilah kondisi sungai, dan itu merupakan eskavator milik orang Vietnam,” ujarnya.

Selain penambangan emas ilegal, masyarakat juga melaporkan adanya aktivitas pembalakan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sumber warga menyebutkan, bukan hanya pemilik, tetapi seluruh pekerja di lokasi tambang ilegal itu merupakan WNA asal Vietnam. Bahkan, mereka diketahui membawa istri ke lokasi penambangan. “Sudah lama mereka di situ, yang kerja orang Vietnam semua. Hanya juru masak yang orang kita, selain itu mereka semua,” jelas seorang warga. Ia menambahkan, beberapa waktu lalu para pekerja sempat membawa perempuan ke lokasi, namun setelah ditegur akhirnya diturunkan.

Pj Keuchik Meudang Ghon, Muni Amin, mengaku tidak mengetahui adanya WNA yang melakukan penambangan emas di wilayah desanya. “Saya tahunya memang ada aktivitas penambangan emas ilegal, cuma saya tidak tahu di mana lokasinya, apakah masuk ke Meudang Ghon atau Kareung Ateuh,” katanya. Ia menegaskan hingga kini belum ada laporan masyarakat terkait keberadaan WNA di lokasi tambang ilegal.

Sementara itu, Pj Keuchik Kareung Ateuh, Kecamatan Indra Jaya, membenarkan adanya informasi aktivitas WNA di wilayahnya. Namun ia tidak mengetahui secara pasti asal negara mereka karena belum pernah melihat langsung. “Iya benar ada informasi, bahkan pemuda sudah pernah berencana melakukan aksi pengusiran terhadap WNA tersebut. Katanya mereka dari Vietnam atau Cina, tapi tidak pernah melapor ke kami, jadi bisa dipastikan itu ilegal,” ujarnya.

Menurutnya, para WNA tersebut sudah berada di desanya sekitar tiga hingga empat bulan berdasarkan informasi masyarakat. “Secara langsung saya tidak melihat, hanya saja pemuda dan masyarakat sudah menyampaikan jika itu benar,” tutupnya.(rb)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved