Pemulihan Aceh
Wabup Aceh Utara Soroti Lambannya Penanganan Banjir Pascadua Bulan
Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, menyoroti lambannya penanganan pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Hingga dua bulan setelah bencana
Penulis: Jafaruddin | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Tarmizi mengungkapkan, tumpukan kayu dan material sisa banjir di Kecamatan Sawang hingga kini belum diangkut. Selain itu, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak juga belum menunjukkan perkembangan signifikan.
- Hal tersebut disampaikan Tarmizi saat ditemui di Kantor Bupati Aceh Utara, Sabtu (24/1/2026). Menurutnya, kondisi di lapangan masih memprihatinkan karena penanganan sejauh ini baru sebatas pembersihan lumpur.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin | Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, menyoroti lambannya penanganan pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Hingga dua bulan setelah bencana, sejumlah lokasi terdampak masih belum tertangani secara optimal.
Tarmizi mengungkapkan, tumpukan kayu dan material sisa banjir di Kecamatan Sawang hingga kini belum diangkut. Selain itu, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak juga belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Hal tersebut disampaikan Tarmizi saat ditemui di Kantor Bupati Aceh Utara, Sabtu (24/1/2026). Menurutnya, kondisi di lapangan masih memprihatinkan karena penanganan sejauh ini baru sebatas pembersihan lumpur.
“Tumpukan kayu masih belum tersentuh. Di Sawang keadaannya masih sama seperti hari pertama banjir. Bahkan di sekitar rumah saya juga masih penuh kayu,” ujar Tarmizi.
Baca juga: Belum Kunjung Dibersihkan Sejak Banjir, Kini Atap Sekolah di Bireuen Mulai Ditumbuhi Rumput
Selain persoalan material sisa banjir, ia juga mengkhawatirkan penyelesaian pembangunan huntara. Tarmizi menilai, waktu yang tersisa menuju bulan Ramadan relatif singkat untuk menyelesaikan seluruh unit yang dibutuhkan warga.
“Secara realistis, tidak semua huntara bisa difungsikan sebelum Ramadan. Namun kami terus berkoordinasi dengan BNPB agar proses pembangunan bisa dipercepat,” katanya.
Meski demikian, pihak BNPB disebut masih optimistis sebagian huntara dapat selesai dan difungsikan tepat waktu.
Tarmizi menambahkan, pemerintah daerah telah merampungkan pendataan korban, baik korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur. Seluruh data tersebut telah diserahkan kepada BNPB sebagai dasar penanganan lanjutan.
Ia berharap, seluruh bantuan bagi warga terdampak banjir dapat disalurkan sebelum Ramadan agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal.
Sebagai informasi, banjir bandang yang melanda Aceh Utara pada 26 November 2025 tercatat menewaskan 246 orang, sementara lima orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.(*)
Teks Foto:
Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, menyoroti lambannya penanganan pascabanjir bandang di Aceh Utara.
| Sudah 5 Bulan Terisolir, Warga Alue Wakie Nagan Raya Desak Pembangunan Jembatan Rangka Baja |
|
|---|
| Dijenguk Relawan Psikososial, Anak Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Menangis Haru |
|
|---|
| Civil Insight USK Gaungkan Infrastruktur Tangguh, Aceh Bangkit Lebih Kuat Pascabencana |
|
|---|
| Rakit Masih Menjadi Alat Penyeberangan Korban Banjir Bandang di Sawang Aceh Utara |
|
|---|
| Bupati Gayo Lues Sambangi Kementerian PUPR Perjuangkan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Aceh-Utara-Tarmizi-alias-Panyang-mengawal-pembukaan-jalan-Krueng-Mane-Sawang.jpg)