Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Berita Aceh Barat

Karhutla di Aceh Barat Meluas hingga 19 Hektare di Enam Kecamatan

Akibat kebakaran, vegetasi tanaman rusak dan asap mengganggu pernapasan warga. Bahkan, SD Suak Raya terpaksa diliburkan sementara.

|
Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Dok. BPBD ACEH BARAT
KARHUTLA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat terus meluas. 
Ringkasan Berita:
  • Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat terus meluas.
  • Hingga Minggu (25/1/2026) pukul 22.00 WIB, total luas lahan terbakar tercatat mencapai 19 hektare, menurut Pusdalops BPBD setempat.
  • Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan kebakaran terjadi di enam kecamatan, yaitu Johan Pahlawan, Woyla, Woyla Barat, Meurubo, Pante Ceureumen, dan Bubon.

 

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat terus meluas.

Hingga Minggu (25/1/2026) pukul 22.00 WIB, total luas lahan terbakar tercatat mencapai 19 hektare, menurut Pusdalops BPBD setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan kebakaran terjadi di enam kecamatan, yaitu Johan Pahlawan, Woyla, Woyla Barat, Meurubo, Pante Ceureumen, dan Bubon.

“Kondisi terkini penanganan masih dalam tahap pengendalian,” ujar Ronald, Senin (26/1/2026).

Rincian lahan terbakar antara lain Desa Suak Raya (7,5 hektare), Ujong Beurasok (4,5 hektare), Suak Nie (3 hektare), Aron Baroh (0,5 hektare), Alue Peunyareng (1 hektare), Ujong Tanoh Darat (0,5 hektare), Peulante (1 hektare), dan Blang Luah (1 hektare).

Dari total 19 hektare, yang berhasil ditangani baru 14 hektare, termasuk di Desa Suak Raya (5 hektare) dan Ujong Beurasok (4 hektare).

Baca juga: Karhutla Landa Bakongan, Pemadaman Terkendala Keterbatasan Sumber Air

Akibat kebakaran, vegetasi tanaman rusak dan asap mengganggu pernapasan warga. Bahkan, SD Suak Raya terpaksa diliburkan sementara.

Ronald menambahkan, penanganan di lapangan terkendala angin kencang dan minimnya sumber air.

“Karena tidak terjangkau mesin pompa, tim kami bahkan terpaksa menyiram api dengan sepatu boot,” katanya.

Saat ini, upaya pemadaman fokus di Desa Suak Raya dan Suak Nie untuk menghentikan penjalaran api ke permukiman dan jalan raya.

Tim Pusdalops juga memantau titik-titik kebakaran di Desa Manyeng, Pante Ceureumen. Menurut Ronald, lahan di sana berupa tanah mineral, bukan gambut.

BPBD Aceh Barat terus melakukan pengendalian dan pemadaman, dengan harapan kebakaran segera dapat dikendalikan tanpa menimbulkan korban.(*)

 

Baca juga: Iran Tingkatkan Status Siaga, Pasang Mural Ancaman terhadap Armada Militer AS di Timur Tengah

Baca juga: Medco E&P Malaka Pulihkan Akses Mobilitas 31 Desa Pascabanjir di Aceh Timur

Sumber: Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved