Selasa, 28 April 2026

Banjir Landa Aceh

Ekses Jembatan Putus, Ratusan Warga Dusun Alue U Balee Panah Andalkan Perahu Getek Setiap Hari

“Dulunya ada jalan sepanjang 3 Km dan satu jembatan gantung, sarana tersebut dihantam banjir, jalan dan jembatan diterjang banjir

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/serambinews
Perahu – Mahasiswa KKM USK, Senin (26/1/2026) naik rakit ke Dusun Alue U, Desa Balee Panah, Juli Bireuen. Serambinews.com/HO 
Ringkasan Berita:
  • Jembatan gantung putus dihantam banjir bandang akhir November lalu, ratusan warga Dusun Alue U, Desa Balee Panah, Juli Bireuen gunakan rakit.
  • Hingga saat ini masih terisolasi disebabkan jalan dan jembatan gantung putus, kawasan tersebut berada di seberang sungai.
  • Dusun Alue U yang berada di seberang sungai menjadi.satu-satunya dusun yang terisolir di Desa Balee Panah saat banjir waktu itu. 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesi Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejak jembatan gantung putus dihantam banjir bandang akhir November lalu, ratusan warga Dusun Alue U, Desa Balee Panah, Juli Bireuen gunakan rakit atau perahu getek ke dusun tersebut. 

Dusun Alue U yang berada di seberang sungai menjadi.satu-satunya dusun yang terisolir di Desa Balee Panah saat banjir waktu itu. 

Keuchik Balee Panah, Muntazar kepada Serambinews.com, Selasa (26/1/2026) mengatakan, salah satu dusun di desanya hingga saat ini masih terisolasi disebabkan jalan dan jembatan gantung putus, kawasan tersebut berada di seberang sungai.

“Dulunya ada jalan sepanjang 3 Km dan satu jembatan gantung, sarana tersebut dihantam banjir, jalan dan jembatan diterjang banjir dan sebagian dusun tersebut menjadi aliran sungai,” ujarnya. 

Terisolasi terjadi akibat putusnya jembatan gantung yang menjadi akses utama warga. 

Baca juga: TNI dan Warga Bersihkan Meunasah di Peusangan Selatan

Disebutkan, jumlah warga di Dusun Alue U Balee Panah sebanyak 105 kepala keluarga atau 145 jiwa, saat musibah banjir 5 kepala keluarga atau rumah terdampak banjir, dua di antaranya hilang dan tiga terancam longsor.

“Korban banjir bandang sudah ke lokasi pengungsian di Balee Panah hingga saat ini,” ujarnya. 

Dusun terisolir

Diceritakan saat banjir, Dusun Alue U yang berada di seberang.sungai menjadi satu-satunya dusun yang terisolir di Desa Balee Panah.

Selama kurang lebih lima hari pertama, seluruh akses keluar-masuk dusun serta akses informasi terkait bantuan tertutup sepenuhnya, sehingga warga tidak dapat keluar wilayah maupun menghubungi pihak luar. 

Akibat kondisi tersebut, bantuan baru dapat diterima warga pada hari keenam setelah banjir terjadi. 

Saat awal kejadian kata Muntazar pihak desa mengalami kesulitan untuk mengetahui kondisi warga di Dusun Alue U karena terputusnya seluruh akses komunikasi. 

Sejak beberapa.waktu lalu sudah ada perahu ketek untuk menuju ke sana. Walaupun sudah.ada ketek untuk penyeberangan, permasalahan akses bagi warga Dusun Alue U masih belum sepenuhnya teratasi. 

Saat ini, warga setiap hari harus menyebrangi setengah bagian sungai dengan berjalan kaki karena.kondisi sungai yang dangkal membuat perahu kecil atau getek sulit bergerak. 

Setelah itu, penyeberangan dilanjutkan menggunakan getek pada bagian sungai yang lebih dalam. 

Selain melalui sungai, terdapat jalan alternatif menuju Dusun Alue U. Namun, jalan tersebut hanya dapat dilalui sepeda motor dengan kondisi medan yang sangat buruk.

Jalur tersebut susah dilewati naik turun bukit yang curam serta harus melewati beberapa anak sungai kecil, sehingga sangat berisiko, terutama saat hujan dan pada malam hari karena tidak adanya penerangan. 

Kondisi ini berdampak pada aktivitas masyarakat, mulai.dari pendidikan, perekonomian, hingga akses layanan kesehatan. 

Warga berharap adanya perhatian dan langkah nyata dari pihak terkait agar perbaikan jembatan gantung serta akses penyeberangan yang aman dapat segera direalisasikan. 

Beberapa hari lalu katanya, ada sejumlah.mahasiswa KKM dari USK Banda Aceh, mereka juga terpaksa menggunakan perahu ketek ke dusun tersebut. 

Masyarakat sangat mengharapkan adanya sarana penyeberangan permanen ke dusun tersebut untuk memudahkan akses warga dan juga memudahkan berbagai pihak melihat kondisi masyarakat disana, harap keuchik. (*)

Baca juga: Korsleting Listrik di Dapur, Satu Rumah Warga di Gampong Lhok Malee Aceh Barat Ludes Terbakar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved