Pemulihan Aceh
Sekolah Rusak Akibat Banjir Bireuen Segera Dibangun Baru
Sebanyak 221 gedung sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Bireuen mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Selain bangunan, sarana
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Beberapa sekolah yang akan dibangun baru di antaranya SD Negeri 12 Juli di Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, yang kondisinya hancur dan amblas ke Sungai Krueng Peusangan.
- Selain itu, SD Negeri 14 Juli di Dusun Leubok Iboh, Kecamatan Juli, juga mengalami kerusakan parah dengan beberapa ruang kelas jatuh ke sungai.
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 221 gedung sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Bireuen mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Selain bangunan, sarana pendukung seperti mobiler, peralatan laboratorium, hingga perangkat multimedia juga rusak parah, bahkan sebagian terseret arus air bercampur lumpur.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bireuen, Dr Muslim, MSi, mengatakan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat akan segera dibangun kembali. Hal itu disampaikannya kepada Serambinews.com, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, sekolah dari berbagai jenjang yang terdampak bencana hidrometeorologi akan mendapatkan penanganan melalui program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Tim kementerian juga telah turun langsung meninjau sejumlah sekolah dengan tingkat kerusakan berat.
Beberapa sekolah yang akan dibangun baru di antaranya SD Negeri 12 Juli di Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, yang kondisinya hancur dan amblas ke Sungai Krueng Peusangan. Selain itu, SD Negeri 14 Juli di Dusun Leubok Iboh, Kecamatan Juli, juga mengalami kerusakan parah dengan beberapa ruang kelas jatuh ke sungai.
“Kedua sekolah tersebut akan direlokasi ke lokasi yang lebih aman di sekitarnya,” jelas Dr Muslim.
Selanjutnya, SD Negeri 5 Peusangan Siblah Krueng di Gampong Teupin Raya yang rusak berat tertimbun lumpur akan dibangun kembali di lokasi semula, namun dipindahkan ke bagian yang lebih tinggi di pinggir jalan.
Baca juga: Guru SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng: “Entah Kapan Sekolah Kami Bersih”
Selain sekolah dasar, beberapa lembaga pendidikan lainnya juga akan dibangun baru, seperti PAUD Sakinah di Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, serta TK Al Latif di Gampong Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka. Namun, untuk TK Al Latif, proses relokasi masih dalam tahap administrasi karena lokasi sekolah amblas ke sungai.
Kadisdikbud menambahkan, sejumlah sekolah jenjang SMP yang mengalami kerusakan berat juga akan dibangun kembali. Sementara itu, untuk sementara waktu, proses belajar mengajar dilakukan di bawah tenda darurat yang telah disediakan.
Khusus SD Negeri 12 Juli di Dusun Bivak, kegiatan belajar dipindahkan sementara ke Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, karena akses jalan dan jembatan gantung menuju lokasi sekolah terputus. Meski demikian, gedung sekolah yang baru nantinya tetap akan dibangun di Dusun Bivak.
Dari total 221 sekolah terdampak, tidak semuanya akan direhabilitasi atau dibangun baru. Sebagian sekolah hanya akan mendapatkan bantuan mobiler dan perlengkapan belajar. “Kami juga telah mengusulkan kebutuhan perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi yang terdampak,” ujar Dr Muslim. (*)
sekolah rusak
Sekolah Rusak di Bireuen
sekolah rusak akibat banjir
sekolah rusak berat
Serambinews
Serambinews.com
| Sudah 5 Bulan Terisolir, Warga Alue Wakie Nagan Raya Desak Pembangunan Jembatan Rangka Baja |
|
|---|
| Dijenguk Relawan Psikososial, Anak Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Menangis Haru |
|
|---|
| Civil Insight USK Gaungkan Infrastruktur Tangguh, Aceh Bangkit Lebih Kuat Pascabencana |
|
|---|
| Rakit Masih Menjadi Alat Penyeberangan Korban Banjir Bandang di Sawang Aceh Utara |
|
|---|
| Bupati Gayo Lues Sambangi Kementerian PUPR Perjuangkan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sekolah-0okkl.jpg)