Banda Aceh
Mahasiswa Terdampak Banjir Terancam Putus Kuliah, Rektor UIN Ar-Raniry Ajukan Bantuan ke Mensos RI
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh Prof Dr Mujiburrahman MAg menemui Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, temui Mensos RI, Gus Ipul, untuk mohon bantuan bagi 3.531 mahasiswa terdampak banjir.
- Mereka terancam putus kuliah karena orang tua kehilangan mata pencaharian.
- UIN Ar-Raniry ajukan proposal bantuan UKT, sewa tempat tinggal, dan biaya hidup.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh Prof Dr Mujiburrahman MAg menemui Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Jakarta, Rabu, (28/1/2026). Pertemuan tersebut membahas permohonan bantuan bagi mahasiswa UIN Ar-Raniry yang terdampak banjir dan terancam putus kuliah.
Berdasarkan pendataan internal kampus, sebanyak 3.531 mahasiswa tercatat berasal dari keluarga terdampak bencana hidrometeorologi. Sebagian orang tua mahasiswa kehilangan mata pencaharian, sementara lainnya masih berada di pengungsian sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anaknya. “Dalam kondisi seperti ini, mahasiswa tidak mungkin dibebani kewajiban membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Tanpa dukungan, mereka berpotensi menghentikan studi,” kata Prof Mujiburrahman.
Menurutnya, dampak bencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, beban ekonomi keluarga mahasiswa justru semakin berat, sementara perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 tetap berjalan dengan kewajiban akademik dan finansial.
UIN Ar-Raniry sebelumnya telah menyalurkan bantuan awal berupa biaya hidup sebesar Rp 200.000 per mahasiswa melalui Islamic Trust Fund (ITF). Bantuan tersebut bersifat sementara untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak pascabencana. Untuk menjamin keberlanjutan studi mahasiswa terdampak, UIN Ar-Raniry mengajukan proposal bantuan untuk pembiayaan UKT, sewa tempat tinggal, biaya hidup, serta kebutuhan dasar penunjang perkuliahan.
Baca juga: UIN Ar-Raniry dan Universitas Turki Teken MoU Bidang Riset, Program Magang hingga Pengembangan SDM
Selain ke Kementerian Sosial, proposal serupa juga diajukan ke Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), serta Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Rektor UIN Ar-Raniry itu menilai, keberlanjutan pendidikan tinggi merupakan bagian penting dari pemulihan pascabencana. Menurutnya, risiko putus kuliah massal akan berdampak jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia di Aceh.
UIN Ar-Raniry berharap, pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait dapat segera merespons usulan tersebut agar mahasiswa terdampak banjir tetap memperoleh hak atas pendidikan tinggi. “Mahasiswa adalah investasi masa depan. Jika mereka berhenti kuliah karena bencana, dampaknya akan dirasakan bertahun-tahun ke depan,” pungkas Prof Mujiburrahman.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Mujiburrahman-menemui-Menteri-Sosial-Gus-Ipul.jpg)