Selasa, 21 April 2026

Berita Banda Aceh

Blok Migas Meuseuraya di Daratan Aceh akan Segera Dilelang ke Investor

Blok Meuseuraya yang merupakan salah satu open area migas Aceh akan segera dilelang kepada investor.

|
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Penampakan ladang migas Blok B di Aceh Utara yang dikelola oleh Pema Global Energi. 
Ringkasan Berita:Blok Migas Meuseuraya di daratan Aceh yang berstatus open area akan segera dilelang setelah prosesnya memasuki tahap akhir di Kementerian ESDM.
 
Blok ini berada di bawah kewenangan BPMA dan diharapkan menarik investor untuk mendukung target produksi nasional 1 juta barel pada 2030.
 
Selain Meuseuraya, Aceh juga memiliki sejumlah wilayah kerja migas yang telah berproduksi maupun masih dalam tahap eksplorasi.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Blok Meuseuraya yang merupakan salah satu open area migas Aceh akan segera dilelang kepada investor.

Saat ini, proses lelang Blok Meuseuraya terus berproses di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (SDM), dan sudah memasuki tahapan finishing.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BPMA, Nasri Djalal di sela-sela Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2025, Senin (2/2/2026 di Banda Aceh.

Diketahui, tahun ini Kementerian ESDM akan melelang sebanyak 110 blok migas yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk ada yang di Aceh.

Nasri Djalal mengatakan, ada tiga blok migas di Aceh yang saat ini berstatus open area, yaitu Blok Meuseraya yang berada di daratan Aceh, kemudian Blok Southwest Andaman dan Blok Jalu yang berada di lepas pantai Aceh atau perairan Andaman.

Baca juga: 3 Blok Migas di Aceh Siap Ditawarkan ke Investor, Miliki Potensi Gas yang Besar

Namun yang berada di bawah naungan pihak BPMA hanya Blok Meuseraya, karena berada di daratan Aceh.

Sedangkan Southwest Andaman dan Jalu berada di bawah wewenang SKK Migas.

“Secara wilayah di Aceh, tapi tidak semua di bawah BPMA, yang berada d bawah BPMA hanya Meuseuraya, karena itu adanya di darat, kalau dua lagi itu di atas 12 mil laut, jadi wewenang SKK Migas,”ujar Nasri Djalal, Senin (2/2/2026) di Banda Aceh.

Nasri mengatakan, Blok Meuseraya yang merupakan gabungan dari Blok Meuligoe dan SBA.

Katanya, saat ini untuk Meuseuraya prosesnya sudah memasuki tahap akhir penyelesaian administrasi dengan Pemerintah Aceh.

Investor Migas

Diharapkan, Blok Meuseraya tersebut segera mendapatkan investor yang akan melakukan eksplorasi, demi mendukung terwujudnya target produksi 1 juta barel secara nasional pada 2030.

Saat ini di Aceh terdapat 3 Wilayah Kerja (WK) eksploitasi (berproduksi) di bawah BPMA, yaitu blok A dengan operator Medco EP, blok B dengan operator Pema Global Energy dan blok Pasee, dengan operator Triangle Pase.

Baca juga: BPMA Target Produksi Migas di Aceh 10 Ribu BOEPD Per Hari Pada 2026

Lalu ada 3 WK dalam tahapan eksplorasi (pencarian sumber migas), yaitu WK ONWA di kawasan Meulaboh dan OSWA di kawasan Singkil, yang saat ini dikerjakan oleh perusahaan asal Singapura, Conrad Energy. Lalu ada WK Bireuen-Sigli dengan KKKSnya, yaitu Aceh Energy.

Sedangkan blok Rantau yang dikelola Pertamina EP dan Blok NSO yang dioperator Pertamina Hulu Energi tunduk ke wewenang SKK Migas.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved