Bener Meriah
50 Mahasiswa USK Usung Program Mitigasi Bencana Berbasis IoT dan Geospasial di Lampahan Timur
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa Berdampak dari UKM BSPD Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan program pemberdayaan...
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa USK laksanakan program pemberdayaan masyarakat tangguh bencana di Gampong Lampahan Timur, Bener Meriah.
- Program ini meliputi pemetaan geospasial, pengembangan sistem air bersih IoT, dan edukasi mitigasi bencana.
- "Harapannya bantu pemulihan pascabencana dan tingkatkan ketangguhan masyarakat," kata Freddy Sapta Wirandha, Dosen Pembimbing.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa Berdampak dari UKM BSPD Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat tangguh bencana berbasis Internet of Things (IoT) dan geospasial di Gampong Lampahan Timur, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.
Program yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini melibatkan 50 mahasiswa lintas program studi USK yang berangkat ke lokasi pada Jumat, 7 Februari 2026, untuk mendukung pemulihan pascabencana hidrometeorologi akhir Desember 2025.
Sebelum keberangkatan, mahasiswa mendapat pembekalan dari Ketua Pengabdi sekaligus Dosen Pembimbing, Freddy Sapta Wirandha, yang menekankan pentingnya pelaksanaan program yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Harapannya kegiatan ini dapat membantu pemulihan pascabencana sekaligus meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana ke depan,” ujar Freddy, dalam keterangannya kepada Serambinews.com, Selasa (10/2/2026).
Freddy menjelaskan, rangkaian kegiatan di lapangan diawali dengan sosialisasi program pada Minggu (8/2/2026) yang dihadiri Kepala Desa Lampahan Timur Fadli, Sekretaris Desa Muhammad Iqbal, Kepala Dusun Andi, serta masyarakat setempat.
Ketua Tim Mahasiswa, Rafi Gustian Ridho Hidayat, menyampaikan bahwa program utama meliputi pemetaan geospasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk peta rawan bencana, jalur evakuasi, tutupan lahan, dan administrasi desa.
Selain itu, tim juga melakukan pemetaan sumber air bersih untuk mengidentifikasi akuifer bawah permukaan serta pengembangan sistem penyediaan air bersih berbasis tenaga surya dan IoT.
Di bidang edukasi, mahasiswa akan melaksanakan program mitigasi bencana dan penguatan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat, termasuk ketahanan pangan dan perencanaan logistik keluarga saat kondisi darurat.
Baca juga: Ini Orasi Ilmiah 5 Profesor Baru USK Saat Pengukuhan, Teknologi Fermentasi hingga Perakitan Varietas
Program lainnya adalah pendampingan pembentukan Kelompok Masyarakat Sadar Bencana (Pokdarna) serta mendorong penyusunan qanun gampong tentang mitigasi bencana.
“Dalam setiap kegiatan kami juga sangat mengharapkan keterlibatan masyarakat secara aktif guna terciptanya transfer ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat di Lampahan Timur,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lampahan Timur Fadli, menyambut baik kehadiran tim PKM USK dan menyatakan komitmen pemerintah gampong untuk mendukung penuh pelaksanaan program pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim PKM mahasiswa berdampak yang bersedia mengabdi di desa kami yang juga terdampak bencana. Program-program yang ditawarkan sangat relevan dengan kebutuhan kami dalam pemulihan pascabencana," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mahasiswa-USK-di-Gampong-Lampahan-Timur.jpg)