Jumat, 17 April 2026

Dunia Sekolah

SDN 2 Garot Jadi Model Sarana WASH, Bupati Pidie: Dukung Sekolah Sehat dan Inklusif

SDN 2 Garot di Kecamatan Indrajaya resmi menjadi model sarana Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) di Kabupaten Pidie. Peresmian dilakukan

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
SARANA WASH - Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, bersama murid mencoba sarana WASH di SDN 2 Garot, Kecamatan Indrajaya, Kamis (12/2/2026). FOR SERAMBINEWS.COM (*) 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Pidie Sarjani Abdullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNICEF dan Yayasan Aceh Hijau atas dukungan dan kontribusi dalam penyediaan sarana WASH di sekolah tersebut. 
  • Program WASH memberikan kenyamanan, mendukung ketahanan iklim, serta mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif. 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI – SDN 2 Garot di Kecamatan Indrajaya resmi menjadi model sarana Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) di Kabupaten Pidie. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala UNICEF Perwakilan Aceh Andi Yoga Tama, Pimpinan Yayasan Aceh Hijau Syarifah Marlina, MSc, Kepala Dinas Pendidikan Pidie Yusmadi Kasem, serta Kepala Dinas Kesehatan Pidie dr Dwi Wijaya.

Bupati Pidie Sarjani Abdullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNICEF dan Yayasan Aceh Hijau atas dukungan dan kontribusi dalam penyediaan sarana WASH di sekolah tersebut.

“Pemkab Pidie menyampaikan terima kasih kepada UNICEF dan Yayasan Aceh Hijau atas kontribusi dan bantuannya terhadap sarana WASH,” ujar Sarjani.

Baca juga: Sekolah Masih Berbenah Pascabanjir, Guru Harap Monev Sekolah Sehat Ditunda

Ia menjelaskan, program WASH memberikan kenyamanan, mendukung ketahanan iklim, serta mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif. Menurutnya, penerapan program ini dapat membangun suasana sekolah yang aman dan sehat, sekaligus menanamkan budaya hidup bersih sejak dini kepada para siswa.

“Dengan dibangunnya budaya bersih melalui pemenuhan sanitasi sekolah yang memadai, kita telah meletakkan dasar bagi terwujudnya kesehatan jasmani dan rohani setiap anak,” katanya.

Sarjani menambahkan, ketersediaan air bersih, sanitasi, dan fasilitas higienitas memiliki dampak besar, tidak hanya bagi sektor kesehatan, tetapi juga terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Karena itu, ia mengharapkan dukungan semua pihak, termasuk orang tua dan guru, agar program tersebut berjalan optimal.

Orang tua, lanjutnya, perlu mendukung penuh penerapan budaya bersih di sekolah, sementara guru diharapkan memberi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Selain di SDN 2 Garot, program kolaborasi antara UNICEF dan Yayasan Aceh Hijau ini juga diterapkan di SD Beungga dan SD Keude Batee. Penetapan sekolah-sekolah tersebut telah melalui proses verifikasi dan penilaian, sehingga dinilai layak menjadi lokasi penerapan model sarana WASH yang aman.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved