Jumat, 24 April 2026

Berita Pidie Jaya

Ribuan Rumah di Pijay Masih Tertimbun Lumpur, Bupati: Alat Berat Terbatas

Hampir tiga bulan pascabanjir bandang dan longsor, ribuan rumah di Pidie Jaya masih tertimbun lumpur dan kayu gelondongan.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Muhammad Nazar
RUMAH TERTIMBUN LUMPUR - Rumah warga di Dusun Pante, Gampong Meunasah Tuha, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya hingga Senin (16/2/2026), masih tertimbun lumpur banjir. Pembersihan belum dilakukan hingga hampir tiga bulan pascabanjir. 

Ringkasan Berita:
  • Hampir tiga bulan pascabanjir bandang dan longsor, ribuan rumah di Pidie Jaya masih tertimbun lumpur dan kayu gelondongan.
  • Sebagian warga masih tinggal di tenda pengungsian, rumah saudara, atau hunian sementara, sementara debu sisa lumpur menimbulkan risiko ISPA.
  • Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyebut keterbatasan alat berat membuat pembersihan lambat, dengan ribuan pengungsi masih bertahan hingga kini.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Ribuan rumah di Pidie Jaya (Pijay) masih tertimbun lumpur banjir bandang dan longsor hampir tiga bulan pascabencana November 2025. 

Saat ini, sebagian warga tinggal di tenda pengungsian, numpang di rumah saudara, hingga menempati hunian sementara atau Huntara.

Pantauan Serambinews.com, Senin (16/2/2026), di Gampong Meunasah Lhok, Beurawang, Kecamatan Meureudue dan Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua menemukan tanah lumpur menimbun rumah warga. 

Bahkan, di Dusun Pante, Gampong Meunasah Lhok, bahwa gundukan tanah banjir masih menutupi rumah. 

Selain itu, kayu gelondongan masih berserakan di halaman rumah warga. 

Kayu bulat tersebut masih dibersihkan menggunakan alat berat. 

Baca juga: Warga Ujong Blang Pasrah Rumah Tertimbun Lumpur Pascabanjir

Selain itu, debu dampak sisa lumpur menjadi masalah baru bagi masyarakat. 

Debu mengepung rumah warga saat mondar mandir kendaraan. 

Sehingga warga bisa terjangkit penyakit ISPA jika terhirup debu. 

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi kepada Serambinews.com, Senin (16/2/2026), mengatakan, saat ini masih banyak rumah warga tertimbun lumpur banjir yang belum selesai dibersihkan. 

Tanah lumpur itu belum semua dibersihkan karena terbatas alat berat dan tidak diketahui dibuang kemana.

"Rumah tertimbun lumpur masih banyak yang masuk kategori rusak berat,” kata Bupati Pijay

“Sementara yang rusak ringan telah dibersihkan warga, dan sebagian telah ditempati," ujar Sibral Malasyi saat penyaluran sapi meugang di Kantor Camat Meureudu. 

Baca juga: VIDEO - Banjir Hantam Pante Lhong Seperti Tsunami Jilid II, Ratusan Rumah Tertimbun Lumpur

Di sisi lain, terang Bupati Pidie Jaya, untuk jumlah pengungsi sesuai data awal berjumlah 23.000. 

Namun kini jumlahnya berkurang, mengingat sebagian telah pulang ke rumah. 

Selain itu, pengungsi telah menempati Huntara. 

Sehingga jumlah pengungsi sekarang menyisakan hanya ribuan orang.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved