Selasa, 9 Juni 2026

Berita Pidie Jaya

Hilangkan Kesedihan Korban Banjir di Pijay, Mahasiswa HMP SKI UIN Ar-Raniry Bersihkan Rumah Warga

Sasaran utama KPM adalah rumah warga yang masih tertimbun lumpur akibat banjir bandang pada 26 November 2025.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
BERSIHKAN RUMAH - Mahasiswa yang tergabung dalam HMP SKI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh berfoto bersama, disela-sela membersihkan rumah Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Rabu (18/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh turun langsung membersihkan rumah warga korban banjir di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.
  • Kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang digelar selama 22 hari
  • Sasaran utama KPM adalah rumah warga yang masih tertimbun lumpur akibat banjir bandang pada 26 November 2025.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Puluhan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh turun langsung membersihkan rumah warga korban banjir di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang digelar selama 22 hari, mulai akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026.

Sasaran utama KPM adalah rumah warga yang masih tertimbun lumpur akibat banjir bandang pada 26 November 2025.

“Kami membersihkan rumah warga yang tertimbun lumpur dengan cara mencangkul dan mengangkat tanah di dalam rumah untuk dibuang ke luar. Akses alat berat belum bisa masuk ke gampong, terutama rumah yang terletak di ujung lorong,” ujar Ketua HMP SKI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Teguh Firmansyah, kepada Serambinews.com, Rabu (18/2/2026).

Ia menambahkan, kondisi pascabencana di Gampong Dayah Usen masih memprihatinkan, dengan beberapa rumah warga tertimbun lumpur setinggi 1 hingga 2 meter bahkan lebih.

Kesulitan akses dan keterbatasan alat berat membuat proses pembersihan secara menyeluruh belum dapat dilakukan oleh pemerintah.

Baca juga: Atasi Krisis Air Bersih, PSI Bangun Enam Titik Sumur Bor di Pidie dan Pidie Jaya

Untuk itu, mahasiswa berinisiatif membantu warga secara gotong royong, mengerahkan sekuat tenaga membersihkan rumah korban.

Selain itu, mahasiswa KPM juga mengisi waktu anak-anak korban banjir dengan kegiatan edukatif dan hiburan.

“Kami mengajar anak-anak korban banjir, memberikan pengetahuan agama di Meunasah Dayah Usen, dan mengemas kegiatan rutin bernama ‘semeubeut’ untuk anak kecil setelah Magrib. Anak-anak juga diajak belajar sambil bermain, mulai dari bermain bola hingga permainan tradisional, sebagai upaya trauma healing pascabencana,” jelas Teguh.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya membantu proses pemulihan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan empati, solidaritas, dan nilai-nilai kemanusiaan bagi mahasiswa selama pengabdian.

“Selain membantu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat,” tambahnya.

Kehadiran mahasiswa HMP SKI di Gampong Dayah Usen diharapkan mampu sedikit mengurangi duka warga, serta memberikan semangat baru bagi anak-anak yang terdampak banjir.

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved