Senin, 20 April 2026

Harga Daging Meugang di Aceh Timur Rp 170.000–Rp 180.000 per Kg

Harga daging Meugang di Kabupaten Aceh Timur pada Meugang Ramadan 2026 Masehi/1447 Hijriah berkisar antara Rp 170.000 hingga Rp 180.000

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Maulidi Alfata
HARGA DAGING - Daging sapi yang dijual untuk Meugang di Pasar Idi Rayeuk, Aceh Timur, Rabu (18/2/2026). 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Harga daging Meugang di Kabupaten Aceh Timur pada Meugang Ramadan 2026 Masehi/1447 Hijriah berkisar antara Rp 170.000 hingga Rp 180.000 per kilogram.

Pantauan Serambinews.com, Rabu (18/2/2026), para pedagang mulai menjual daging sapi sejak Selasa (17/2) hingga hari ini.

Meski dihantam goncangan ekonomi pascabanjir, daya beli masyarakat terhadap daging Meugang tidak menurun.

M Saleh, salah satu penjual daging di Pasar Idi Rayeuk, mengatakan hingga hari ini ia telah memotong dua ekor sapi sejak Selasa kemarin.

“Alhamdulillah dua ekor sapi dan dua-duanya ludes terjual,” kata Saleh.

Baca juga: Tradisi Meugang, Merawat Makna di Tengah Perubahan

Ia mengaku sempat ragu menyetok dua ekor sapi untuk dijual saat Meugang lantaran kondisi ekonomi masyarakat usai banjir. Ia khawatir daging yang dijual tidak habis.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Satu ekor sapi berukuran standar sekitar 250 kilogram dengan estimasi daging 80 kilogram habis terjual dalam sehari. Ia pun kembali memotong satu ekor sapi untuk dijual keesokan harinya.

“Awalnya tidak berani potong dua ekor sekaligus. Selasa saya potong satu ekor, mulai jualan pagi dan menjelang sore sudah habis. Maka tadi malam saya potong satu lagi untuk jualan hari ini,” paparnya.

Sementara itu, Zulfikar, warga Idi Rayeuk yang membeli daging, menyebut Meugang merupakan tradisi yang wajib dijalankan keluarganya sebelum puasa tiba.

Meski masyarakat Aceh Timur menerima bantuan daging sapi dari Presiden Prabowo Subianto, banyak warga tetap membeli daging di pasar untuk persiapan Ramadan.

“Meski ada sedikit bantuan, itu tidak cukup. Jadi kami beli lagi di pasar. Orang Aceh banyak masakannya, masak putih, masak merah, sop, jadi lebih baik beli lagi daripada tidak cukup,” ujarnya.

Bagi masyarakat Aceh, Meugang bukan sekadar tradisi makan bersama, melainkan simbol budaya yang mengikat kebersamaan dan rasa syukur menjelang bulan suci Ramadan. Meski kondisi ekonomi sedang sulit, tradisi dan nilai budaya tetap menempati ruang istimewa di hati masyarakat.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved