Minggu, 12 April 2026

Komunitas

USK Bawa Produk Warga Terdampak Banjir Aceh Timur Tampil di Eksis Ramadhan 2026

Program yang dikembangkan secara berkelanjutan ini tidak hanya berfokus pada pendampingan langsung, tetapi juga mendorong lahirnya produk unggulan

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
PASARKAN PRODUK - Untuk memperluas akses pasar, produk unggulan masyarakat korban banjit ini turut dipasarkan melalui stand tenant Exsis Ramadhan USK 2026 yang berlangsung selama bulan Ramadan di Kota Banda Aceh, mulai dari tanggal 19 Februari hingga 10 Maret 2026, bertempat di Jalan Gelanggang USK. 
Ringkasan Berita:
  • Produk-produk ini tidak hanya menjadi sarana penguatan ketahanan ekonomi pascabencana, tetapi juga meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah potensi lokal menjadi komoditas bernilai tambah. 

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -  Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam pemberdayaan masyarakat pascabencana banjir melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal di Desa Seuneubok Simpang, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur. 

Program yang dikembangkan secara berkelanjutan ini tidak hanya berfokus pada pendampingan langsung, tetapi juga mendorong lahirnya produk unggulan yang dikelola bersama masyarakat, mahasiswa KKN, serta kelompok ibu-ibu PKK desa setempat sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi warga terdampak, Jumat, (20/2/2026).

Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat berhasil mengembangkan berbagai produk berbasis kearifan lokal seperti abon hasil olahan keumamah, jamu kering tradisional, serta sabun cuci tangan berbahan lokal. 

Produk-produk ini tidak hanya menjadi sarana penguatan ketahanan ekonomi pascabencana, tetapi juga meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah potensi lokal menjadi komoditas bernilai tambah. 

50 Mahasiswa USK Turun ke Pidie Jaya, Edukasi PHBS untuk Murid SD Pascabanjir

Upaya ini sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu bangkit dan mandiri dalam menghadapi tantangan ekonomi setelah bencana.

Untuk memperluas akses pasar, produk unggulan masyarakat turut dipasarkan melalui stand tenant Exsis Ramadhan USK 2026 yang berlangsung selama bulan Ramadan di Kota Banda Aceh, mulai dari tanggal 19 Februari hingga 10 Maret 2026, bertempat di Jalan Gelanggang USK. 

Kegiatan ini menjadi ruang promosi sekaligus pengalaman pemasaran nyata bagi mahasiswa, warga desa, dan pelaku usaha mikro dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat luas serta meningkatkan pendapatan usaha secara langsung. 

Selain sebagai ajang penjualan, kegiatan ini diharapkan menjadi pionir inisiasi usaha berbasis komunitas yang berkelanjutan.

Ketua Program Mahasiswa Berdampak, Prof. Dr. Zumaidar, S.Si., M.Si menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat pascabencana. 

“Program ini tidak hanya fokus pada pemulihan pascabencana, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan keterampilan dan pemasaran produk lokal. Kami berharap kolaborasi ini menjadi model pemberdayaan berbasis komunitas yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain pemasaran, produk yang telah dihasilkan juga didistribusikan ke wilayah-wilayah terdampak banjir lainnya di Aceh sebagai bentuk solidaritas dan dukungan praktis kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Realisasi kegiatan ini tidak lepas dari semangat kolaboratif antara perguruan tinggi, tokoh masyarakat, aparat desa, kelompok ibu-ibu PKK, serta mahasiswa yang bersama-sama berupaya membangun kembali daya hidup komunitas di tengah dampak bencana. 

Program ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi secara berkelanjutan pascabencana di Aceh.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved