Selasa, 21 April 2026

Banda Aceh

Pembina RUMAN Aceh Sambangi Wakil Dekan FPM UPSI Malaysia

Pendiri dan Pembina Lembaga Pendidikan dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh menyambangi...

Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
SAMBANGI - Pendiri dan Pembina Lembaga Pendidikan dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh menyambangi Wakil Dekan Fakulti Pembangunan Manusia Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) yang sedang berada di Aceh, Kamis (19/2/2026) di Banda Aceh. 
Ringkasan Berita:
  • Pendiri Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh Ahmad Arif bersilaturahmi dengan Wakil Dekan Fakulti Pembangunan Manusia Universiti Pendidikan Sultan Idris, Associate Prof. Dr. Abdul Halim Masnan di Banda Aceh.
  • Pertemuan pada awal Ramadan 1447 H itu membahas perjalanan dan penguatan komitmen sosial RUMAN Aceh dalam mengelola kepercayaan publik.
  • Keduanya juga saling bertukar pandangan serta cinderamata sebagai bentuk dukungan kolaborasi ke depan.

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dalam rangka mencari keberkahan dan membuka jejaring kebaikan, Pendiri dan Pembina Lembaga Pendidikan dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh menyambangi Wakil Dekan Fakulti Pembangunan Manusia Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) yang sedang berada di Aceh. 

Momen spesial itu berlangsung pada hari pertama bulan spesial, Ramadhan 1447 H (Kamis, 19/2/2026) di Banda Aceh. Adalah Ahmad Arif bersemuka dengan Associate Prof. Dr. Abdul Halim Masnan yang melakukan serangkaian kegiatan bersama rombongannya sejak 16-19 Februari kemarin di Banda Aceh hingga ke daerah terdampak bencana di Kabupaten Pidi. 

“Beliau merupakan guru besar bidang Pedagogi dalam Pendidikan Anak Usia Dini, Administrasi di Prasekolah, Keluarga dan Anak, Musik dan Gerak, serta Pendidikan Alam. Oleh karena itu, sebelum kembali ke Malaysia, kami ngalap barakah dan nasihat dari beliau untuk perjalanan khidmah RUMAN Aceh ke depan”, ujar Arif. 

Kepada Prof. Halim, Arif metuturkan secara ringkas latar belakang dimulainya khidmah RUMAN Aceh pada 8 April 2013 lalu, dinamika perjalanan dan perkembangan hingga menjelang genap 13 tahun dengan bermodalkan tiga prinsip utama. Yaitu, murni sosial kebajikan, berdiri di atas dan untuk semua golongan (independent) serta hana fee. 

“Terima kasih banyak kepada Prof. Halim yang telah meluangkan waktunya yang sangat berharga menerima silaturrahim kami walau berawal dari komunikasi di sosial media. Beliau sangat terbuka, bersahabat, responsif dan apresiatif. Beberapa hal beliau sampaikan untuk keberlanjutan,” ungkap Arif. 

Baca juga: Waktu Imsak dan Buka Puasa Hari Ini di Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang 2 Ramadhan 1447 H

Associate Prof. Dr. Abdul Halim Masnan, Wakil Dekan Fakulti Pembangunan Manusia Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia memberi apresiasi positif terhadap proses, dinamika dan perkembangan RUMAN Aceh.

“Benda-benda baik seperti ini harus senantiasa mampu menjaga komitmen awal dan mengelola trust (kepercayaan) yang telah diberikan publik luas. Komunikasi yang positif dan persuasif menjadi ujung tombak dalam interaksi”, tuturnya. 

Prof Halim lalu menguraikan beberapa fakta lapangan dari negerinya sebagai penguat bahwa kepatututan sosial merupakan benteng terakhir yang harus diperhatikan para pegiat kebajikan yang mengelola kepercayaan (baca: donasi) publik. Beliau juga menyampaikan rencana agenda ke depan terkait RUMAN Aceh.

Sebelum berpisah, Arif menghadiahkan buku yang merekam jejak perjalanan lima tahun pertama RUMAN Aceh kepada Prof. Halim. Sedangkan Prof. Halim membalas denngan memberikan cinderamata khas departemennya.(rel/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved