Rabu, 3 Juni 2026

Berita Aceh Barat

Sikundo Kembali Terisolir Usai Jalan Jambak Putus Diterjang Banjir

Jalan Jambak-Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat kembali putus setelah diterjang banjir pada Kamis (19/2/2026).

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/HO
JALAN PUTUS - Badan jalan penghubung Gampong Jambak-Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat kembali putus akibat diterjang banjir, Jumat (20/2/2026). Foto/Dok BPBD 
Ringkasan Berita:
  • Jalan Jambak-Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat kembali putus setelah diterjang banjir pada Kamis (19/2/2026).
  • Teuku Ronal Nehdiansyah, Sabtu (21/2/2026) menjelaskan bahwa terdapat dua titik kerusakan tanggul yang cukup signifikan.
  • Akibatnya, akses transportasi menuju Sikundo kembali terganggu dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Penanganan darurat direncanakan menggunakan alat berat jenis ekskavator, dengan target pekerjaan dapat diselesaikan dalam satu hari setelah kondisi memungkinkan.” Teuku Ronal Nehdiansyah, Plt Kepala BPBD Aceh Barat 

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Jalan Jambak-Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat kembali putus setelah diterjang banjir pada Kamis (19/2/2026). Kejadian ini membuat Desa Sikundo kembali terisolir akibat tidak ada akses jalan yang bisa dilalui. 

Padahal, badan jalan tersebut baru saja dibangun kembali pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, Sabtu (21/2/2026) menjelaskan bahwa terdapat dua titik kerusakan tanggul yang cukup signifikan.

“Tanggul pada titik penanganan pertama, yakni di ruas depan kantor keuchik Jambak, mengalami kerusakan, namun badan jalannya masih dalam kondisi aman,” ujarnya.

Sementara itu, pada titik penanganan ketiga yang berada di kawasan Alue Keumang, kondisi kerusakan lebih parah. Selain merusak tanggul, derasnya arus banjir juga mengikis badan jalan hingga terputus.

Akibatnya, akses transportasi menuju Sikundo kembali terganggu dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Kondisi ini berdampak pada mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan kebutuhan pokok.

Terkait upaya penanganan, BPBD Aceh Barat menyampaikan bahwa perbaikan tanggul dan badan jalan yang rusak akan segera dilakukan, namun harus menunggu kondisi debit air surut agar pekerjaan dapat dilaksanakan secara maksimal dan aman.

Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah telah memanfaatkan jalan elak atau jalur alternatif di titik ketiga, yakni melalui jalan atas gunung. Jalur tersebut untuk sementara dapat dilalui sepeda motor dan pejalan kaki.

“Penanganan darurat direncanakan menggunakan alat berat jenis ekskavator, dengan target pekerjaan dapat diselesaikan dalam satu hari setelah kondisi memungkinkan,” tambah Teuku Ronal. 

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di jalur alternatif serta terus memantau perkembangan informasi cuaca, mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi.(sb)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved