Rabu, 3 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Jaga Stabilitas Ramadhan, Tim Saber Pangan Aceh Sidak Kilang Padi Meutuah Baro di Aceh Besar

Tim Satgas menekankan bahwa pemantauan harga, keamanan, dan mutu pangan akan terus dilakukan secara intensif di seluruh wilayah Aceh

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Amirullah
Istimewa
LAKUKAN PENGAWASAN PANGAN - Tim Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Aceh melakukan pengawasan ke Kilang Padi Meutuah Baro (MB) di Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (24/2/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -  Dalam upaya memastikan stabilitas pasokan serta memantau harga dan keamanan pangan menjelang bulan suci Ramadhan, Tim Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Aceh melakukan pengawasan ke Kilang Padi Meutuah Baro (MB) di Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30-11.00 WIB ini diikuti oleh jajaran pimpinan lintas instansi, di antaranya Kepala Biro OSH Badan Pangan Nasional (Bapanas), Ditreskrimsus Polda Aceh, Pimwil Bulog Aceh, serta jajaran Dinas Pangan Aceh.

Dr Rachmad Firdaus, Kepala Biro Organisasi, Sumber Daya Manusia dan Hukum, Badan Pangan Nasional mengatakan bahwa hasil pantauan menunjukkan bahwa Kilang Padi Meutuah Baro, yang telah memiliki Nomor Izin Edar resmi (MB PD 110601010010125), terus berkomitmen menjaga ketersediaan beras untuk pasar domestik Aceh maupun pengiriman ke luar daerah. 

"Saat ini, harga beras di tingkat penggilingan tercatat sebesar Rp15.300 per Kg. Meski stok tersedia, ditemukan adanya kenaikan biaya pengiriman gabah dari luar Aceh mencapai Rp2 juta per ton," kata Rachmad.

Selain aspek harga, Tim Saber juga melakukan pengawasan terhadap mutu dan kemasan. Ditemukan bahwa pihak kilang masih menggunakan karung dengan nomor registrasi lama, namun pemilik usaha mengonfirmasi bahwa kemasan baru sedang dalam proses pengiriman dari Surabaya dan diperkirakan tiba dalam 10 hari ke depan.

Tim Satgas menekankan bahwa pemantauan harga, keamanan, dan mutu pangan akan terus dilakukan secara intensif di seluruh wilayah Aceh selama Ramadhan hingga Idul Fitri.

Analisis dan evaluasi berkala akan diperketat guna mengantisipasi harga komoditas yang masih bertahan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Jika pemantauan fisik terkendala jarak, koordinasi dengan tim kabupaten/kota akan tetap dilakukan melalui sarana digital guna memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang terjangkau dan aman.(*)

Baca juga: Kurma Medjool Israel Diduga Dikemas Ulang di Eropa demi Hindari Boikot, Asal-usul Disamarkan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved