Selasa, 2 Juni 2026

Berita Banda Aceh

BBPOM Temukan 38 Produk Kedaluwarsa

“Dengan pangan aman, kita bisa menjalankan puasa dengan nyaman.”  RIYANTO, Kepala BBPOM Aceh

Tayang:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI KUTARAJA EDISI RABU 20260225 

Ringkasan Berita:
  • Petugas BBPOM Aceh lakukan pengecekan ke sejumlah sarana distribusi dan retail, serta pusat kuliner takjil di Aceh Besar, Senin 23/2/2026
  • Petugas temukan 38 item produk bubur dan biskuit bayi yang sudah kedaluwarsa. Produk tersebut langsung diturunkan untuk dimusnahkan, serta dilakukan pembinaan kepada pelaku usaha terkait 
  • Petugas BBPOM  Aceh juga melakukan uji sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan rapid test kit, di SMP Negeri 6 Kota Banda Aceh, Senin 23/2/2026

“Dengan pangan aman, kita bisa menjalankan puasa dengan nyaman.”  RIYANTO, Kepala BBPOM Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh melakukan pengecekan ke sejumlah sarana distribusi dan retail, serta pusat kuliner takjil di Aceh Besar, Senin (23/2/2026).

Hasilnya, petugas menemukan 38 item produk bubur dan biskuit bayi yang sudah kedaluwarsa. Produk tersebut langsung diturunkan dari etalase untuk dimusnahkan, serta dilakukan pembinaan kepada pelaku usaha terkait. 

Dari aksi lapangan itu, petugas juga menyatakan dua sarana dinyatakan Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) dan satu sarana Memenuhi Ketentuan (MK). 

Kegiatan itu digelar dalam rangka memastikan keamanan pangan selama bulan Ramadhan dengan menyasar sarana distribusi, retail pangan, hingga pusat kuliner takjil yang ramai dikunjungi masyarakat. Pengawasan dimulai pada pagi hari di sarana distribusi dan retail, kemudian dilanjutkan pada sore hari di pusat kuliner takjil. 

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap legalitas izin edar, masa kedaluwarsa, kondisi penyimpanan, serta kemungkinan adanya produk rusak, tidak memenuhi ketentuan, maupun mengandung bahan berbahaya.

Ketua Tim Inspeksi Pangan BBPOM Aceh, Endang, menegaskan pentingnya kepatuhan pelaku usaha dalam memastikan produk yang dijual telah memiliki legalitas dan aman dikonsumsi.

“Upayakan produk yang diterima dan dijual terdaftar legalitasnya. Kita bersama memastikan pangan yang beredar selama Ramadan aman dan layak dikonsumsi, sehingga masyarakat terlindungi dari produk berbahaya. Momentum Ramadan juga menjadi ladang pahala dalam bekerja dan beramal demi masyarakat Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, pengawasan takjil dilakukan di dua titik pusat kuliner, yakni Pasar Lambaro dan Pasar Keutapang.  Sebanyak 60 sampel aneka pangan, seperti gorengan, mi goreng, tahu goreng, bakso, minuman berwarna, dan cincau diuji dengan parameter cemaran boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel memenuhi syarat dan aman untuk dikonsumsi.

Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, turut mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih pangan selama Ramadan. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu peduli dengan melakukan cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa atau cek klik sebelum membeli takjil maupun pangan olahan. Karena dengan pangan aman, kita bisa menjalankan puasa dengan nyaman,” tegas Riyanto.(mun/iw)

Uji Sampel MBG di SMPN 6 Banda Aceh

PETUGAS Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM)  Aceh juga melakukan uji sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan rapid test kit, di SMP Negeri 6 Kota Banda Aceh, Senin (23/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekda Kota Banda Aceh Jalaluddin, Asisten I Zakaria, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN). Sekda Kota Banda Aceh secara simbolis menyerahkan paket MBG kepada para siswa.

Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, hadir langsung sebagai bentuk komitmen pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut.

Sebelum dibagikan, makanan bergizi yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terlebih dahulu diuji petugas BBPOM Aceh di lokasi kegiatan. Pengujian menggunakan rapid test kit untuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya yang dilarang dalam pangan, seperti formalin, boraks, methanyl yellow, dan rhodamin B.

Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel negatif dari kandungan bahan berbahaya tersebut. Selain uji cepat di lapangan, petugas juga mengambil sampel untuk dilakukan pengujian mikrobiologi lanjutan di laboratorium BBPOM Aceh guna memastikan keamanan pangan secara menyeluruh.

“Kami ingin memastikan setiap pangan yang dibagikan kepada anak-anak benar-benar aman, bebas dari bahan berbahaya, dan memenuhi standar keamanan pangan. Generasi sehat dimulai dari pangan yang aman. Karena itu, pengawalan kami lakukan sejak sebelum makanan didistribusikan,” ujar Riyanto.(iw)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved