Senin, 13 April 2026

Harga Emas

Transaksi Emas di Lhokseumawe Lesu, Warga Ramai-Ramai Jual Saat Harga Stagnan

Pergerakan harga emas di Kota Lhokseumawe terpantau stagnan dalam dua hari terakhir. Namun menariknya, di tengah harga yang tidak berubah, aktivitas

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com/HO
JUAL EMAS - Mori, penjual emas di Toko London Lhokseumawe melayani pembeli. Foto Direkam beberapa hari lalu. Berikut harga emas hari ini, Minggu (21/12/2025). 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Pergerakan harga emas di Kota Lhokseumawe terpantau stagnan dalam dua hari terakhir. Namun menariknya, di tengah harga yang tidak berubah, aktivitas jual emas justru lebih dominan dibandingkan pembelian.

Mori, pedagang emas di Toko London, Jalan Perniagaan Lhokseumawe, mengungkapkan bahwa harga emas murni maupun emas london pada Rabu (25/2/2026) masih sama seperti sehari sebelumnya.

“Untuk harga emas murni atau emas london pada Rabu hari ini tidak turun ataupun naik bila dibandingkan harga kemarin,” ujar Mori.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada Selasa (24/2/2026) harga beli emas murni berada di angka Rp 8.102.000 per mayam. Harga tersebut tetap bertahan pada Rabu (25/2/2026), yakni Rp 8.102.000 per mayam.

Sementara itu, harga beli emas london pada Selasa (24/2/2026) tercatat Rp 7.601.000 per mayam dan tidak mengalami perubahan pada Rabu (25/2/2026), tetap di angka Rp 7.601.000 per mayam.

Untuk jenis emas 22 karat atau yang dikenal dengan emas paon, harganya relatif stabil dan bergantung pada bentuk serta modelnya. Per gram, emas jenis ini dibanderol berkisar antara Rp 2.200.000 hingga Rp 3.000.000.

Meski harga tidak bergerak, dinamika pasar justru menunjukkan tren berbeda. Mori menyebutkan bahwa dalam sepekan terakhir, jumlah warga yang menjual emas lebih banyak dibandingkan yang membeli.

“Tingkat daya beli emas dalam sepekan ini, lebih banyak yang menjual daripada yang membeli,” ungkapnya.

Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat, yang kemungkinan memanfaatkan harga stabil untuk mencairkan aset, di tengah kebutuhan ekonomi menjelang bulan Ramadhan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved