Berita Banda Aceh
Teuku Iqbal Djohan: Peukan Raya Ramadhan Dorong Perputaran Uang dan Kebangkitan UMKM
Menurutnya, digitalisasi transaksi melalui QRIS merupakan langkah visioner dalam membangun ekosistem pasar tradisional yang lebih modern, aman
Penulis: Sara Masroni | Editor: IKL
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh dari Partai NasDem, Teuku Iqbal Djohan SE, menilai perhelatan Peukan Raya x Pekan QRIS Ramadhan yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh berpotensi mendorong perputaran uang secara signifikan.
Kegiatan ini juga disebut menjadi momentum strategis bagi pelaku UMKM untuk meraih manfaat ekonomi, sekaligus wahana hiburan bagi masyarakat selama bulan suci.
Agenda tersebut dipusatkan di bekas lahan Pasar Aceh Shopping Center (PAS) yang kini telah dibongkar.
Selama 15 hari, mulai 27 Februari hingga 13 Maret 2026, lokasi ini diproyeksikan menjadi pusat gravitasi ekonomi baru dengan menghadirkan 120 tenant gratis bagi UMKM kuliner.
Wakil Ketua Komisi II DPRK Banda Aceh itu mengapresiasi konsep integrasi niaga dan budaya dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pemanfaatan lahan clean and clear eks Pasar Aceh merupakan langkah tepat untuk menghidupkan kembali marwah perdagangan di pusat kota.
“Kita melihat Peukan Raya Ramadhan ini bukan sekadar festival musiman, melainkan momentum emas bagi UMKM lokal untuk naik kelas dan memperluas pangsa pasar. Dengan adanya 120 tenant gratis, pemerintah telah memangkas beban operasional pedagang. Kita optimistis perputaran uang di Banda Aceh akan meningkat dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat kecil,” ujar Iqbal Djohan kepada Serambi, Kamis (26/2/2026).
Baca juga: Perputaran Uang Ditaksir Capai Rp 2 Miliar di Pekan QRIS Ramadhan Pasar Aceh
Ia juga menyoroti penerapan Pekan QRIS Ramadhan dalam rangkaian acara tersebut.
Menurutnya, digitalisasi transaksi melalui QRIS merupakan langkah visioner dalam membangun ekosistem pasar tradisional yang lebih modern, aman, dan transparan.
Selain memudahkan konsumen, sistem ini dinilai membantu pelaku usaha kecil dalam pencatatan dan pelaporan arus kas.
Tak hanya aspek ekonomi, Iqbal turut menekankan nilai sosial dalam kegiatan ini.
Baca juga: 698 Ribu Warga Aceh Pakai QRIS, Transaksi Sentuh Rp 2 Triliun, BI Ungkap Faktor Pendorong Utamanya
Program seperti “Peukan Silaturahmi” dan santunan bagi anak yatim diyakini akan menghadirkan multiplier effect positif bagi masyarakat.
“Keberhasilan sebuah kota tidak semata diukur dari besarnya transaksi, tetapi juga dari sejauh mana aktivitas ekonomi mampu mempererat kohesi sosial dan kepedulian antarwarga, terlebih di bulan penuh berkah,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memastikan kesiapan fasilitas pendukung di lokasi acara, mengingat antusiasme warga diperkirakan meningkat pada sore hari menjelang berbuka puasa atau saat ngabuburit.
“Saya mengajak seluruh warga untuk meramaikan gelaran ini. Mari membeli produk tetangga sendiri dan mendukung kreativitas anak muda lokal. Jika perputaran uang tetap berada di lingkup warga kita, maka ketahanan ekonomi Banda Aceh akan semakin kokoh menghadapi tantangan global,” demikian Teuku Iqbal Djohan.(rn)
| Uji Kualitatif Tuntas, Berkas Pertimbangan Kandidat Rektor UIN Ar-Raniry Menuju Meja Menteri Agama |
|
|---|
| Polda Aceh Usung Pendekatan Humanis Jelang May Day 2026, Gelar Simulasi Sispamkota |
|
|---|
| Dispora Kota Banda Aceh Bakal Gelar Liga Kolaborasi SSB 2026, Catat Ini Rencana Jadwalnya |
|
|---|
| Bangkai Ayam Berserakan di Sekitar Sekolah Bikin Resah, Warga dan Guru Keluhan ke Polsek Jaya Baru |
|
|---|
| Pemko Tutup Permanen Daycare di Lamgugop, Akan Periksa Izin Tempat Penitipan Bayi di Banda Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Iqbal-nasdem.jpg)