Senin, 4 Mei 2026

Banda Aceh

Petugas BBPOM Uji 60 Sampel Takjil di Pusat Kuliner, Illiza Ikut Turun

Petugas dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh melakukan pengujian sampel takjil atau makanan berbuka...

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/Muhammad Nasir
CEK PENJUAL TAKJIL - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Kepala BBPOM di Banda Aceh, Riyanto, dan petugas saat meninjau para penjual takjil di kawasan Jalan Tgk Pulo Di Baroh atau yang dikenal juga dengan Jalan Garuda, Banda Aceh, Jumat (27/2/2026) sore. 
Ringkasan Berita:
  • Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh menguji 60 sampel takjil di Jalan Garuda, Banda Aceh, Jumat (27/2/2026). 
  • Hasilnya, seluruh makanan dinyatakan aman dan bebas bahan berbahaya seperti formalin, boraks, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.
  • Pengawasan ini turut dihadiri Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dan Kepala BBPOM Riyanto. Pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi menggunakan mobil laboratorium keliling.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Petugas dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh melakukan pengujian sampel takjil atau makanan berbuka puasa yang dijual di kawasan Jalan Tgk Pulo Di Baroh atau yang dikenal juga dengan Jalan Garuda, Banda Aceh, Jumat (27/2/2026) sore.

Dalam aksi itu, petugas mengambil 60 sampel makanan atau takjil secara acak, mulai makanan berat, minuman, kue, hingga berbagai jenis penganan khas. 

Pengujian langsung dilakukan di lokasi, dengan mengerahkan petugas dan mobil operasional.
Hasilnya pun langsung diketahui di lokasi. Berdasarkan pengujian petugas BBPOM, semua makanan yang dijual di kawasan tersebut dalam kondisi aman konsumsi, karena bebas dari zat-zat berbahaya.

Dalam kegiatan itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Kepala BBPOM di Banda Aceh, Riyanto, Kepala Perwakilan Ombudsman Aceh, Dian Rubianty dan pejabat lainnya ikut terjun langsung melakukan pengawasan penganan berbuka dan berbincang-bincang dengan pegadang.

“Kita bersama petugas BBPOM memeriksa seluruh makanan  yang dijual oleh masyarakat, UMKM kita di sini (Jalan Garuda). Semua yang diduga ada mengandung zat berbahaya sudah diperiksa, diuji, ada 60 jenis. Hasilnya Alhamdulillah semuanya bebas bahan berbahaya, aman dikonsumsi,”ujar Illiza Sa’aduddin Djamal.

Baca juga: UEA Akan Bangun Masjid di Banda Aceh, Illiza Tawarkan Sejumlah Lahan, Salah Satunya di Lambaro Skep

Illiza berharap kedepan para pedagang di Banda Aceh agar semakin cerdas dan jujur, dengan tidak menggunakan bahan-bahan kimia dalam meracik bahan dagangannya. Begitu juga dengan warga harus semakin cerdas mengkonsumsi makanan yang sehat.

Sementara Kepala BBPOM di Banda Aceh, Riyanto, menjelaskan pengawasan ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan selama Ramadan 1447 Hijriah.

Katanya, sebanyak 60 sampel makanan dan minuman takjil yang diperiksa semuanya tidak menggunakan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, Rhodamin B, dan Kuning Metanil.

Katanya, pemeriksaan yang dilakukan petugas BBPOM mengincar kandungan zat boraks, formalin, Rodhamin B dan Methalyn Yellow. 

“Hasil pengujian kita, tidak ada ditemukan bahan-bahan berbahaya itu,”ujar Riyanto.

Sebelumnya, BBPOM di Banda Aceh menguji sejumlah makanan dan minuman berbuka puasa yang dijual di Pasar Pasar Lambaro, dan Pasar Ketapang, termasuk di wilayah Meulaboh.

Kata Riyanto, pihaknya akan terus melakukan pengujian sampel jajanan berbuka dalam waktu dekat di lokasi lainnya. Ia mengatakan, masyarakat saat semakin cerdas dalam menggunakan bahan-bahan aman. Tapi mereka akan terus melakukan pengawasan.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved