Jumat, 10 April 2026

Berita Lhokseumawe

Antusias Mahasiswa dan Warga Amati Gerhana Bulan Total di Lhokseumawe

"Secara umum bisa disimpulkan kalau cuaca untuk pengamatam kali ini tergolong bagus. Dimana gerhana hanya beberapa kali tertutup dengan awan yang...

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Kondisi gerhana bulan total saat memasuki fase akhir yang terekam di langit Lhokseumawe, Selasa (3/3/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Prodi Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sukses menyelenggarakan pengamatan Gerhana Bulan Total, Selasa (3/3/2026).
  • Dr Tgk Ismail SSy MA, ahli falak Aceh sekaligus dosen UIN, menjelaskan pengamatan menggunakan empat teleskop agar peserta bisa menyaksikan fenomena lebih jelas.
  • Gerhana berlangsung sejak pukul 16.50 WIB, mencapai puncak pukul 18.34 WIB, dan berakhir pukul 20.18 WIB. Namun di Lhokseumawe baru terlihat pukul 18.41 WIB, setelah fase puncak.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Pihak Program Studi (Prodi) Ilmu Falak, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sukses menyelenggarakan kegiatan pengamatan fenomena alam Gerhana Bulan Total, pada Selasa (3/3/2026).

Dimana kegiatan yang dipusatkan di Lantai 3 Gedung Laboratorium Center Kampus UIN Suna Lhokseumawe dimulai dengan edukasi keilmuan astronomi pada pukul 18.00 WIB.

Setelah pemaparan materi selesai, dilanjutkan buka puasa bersama, lalu pelaksanaan shalat Magrib berjemaah, dan diteruskan dengan ibadah shalat gerhana.

Ahli falak Aceh, yang juga Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail SSy MA, menjelaskan, pada dasarnya sejak pukul 17.00 WIB, lokasi observasi sudah mulai didatangi para mahasiswa dan juga masyarakat.

Sedangkan untuk memudahkan proses pengamatan, disediakan empat unit teleskop.

"Fasilitas ini disediakan oleh Prodi Ilmu Falak agar para peserta dapat menyaksikan proses terjadinya gerhana bulan total secara lebih tajam dan terperinci," katanya.

Dipaparkan, pada dasarnya, awal gerhana bulan total kali ini terjadi pada pukul 16.50 WIB. 

Lalu fase puncak terjadi pada pukul 18.34 WIB dan berakhir pada pukul 20.18 WIB.

Namun untuk wilayah Kota Lhokseumawe, gerhana baru terlihat pada pukul 18.41 WIB.

Artinya, baru terlihat sesudah gerhana melewati fase puncak.

Sedangkan gerhana di langit Lhokseumawe terakhir terlihat pada pukul 20.18 WIB.

Baca juga: Mahasiswa dan Warga Padati Lokasi Pengamatan Gerhana Bulan Total di Lhokseumawe

Lanjut Tgk Ismail, selama gerhana terlihat di langit Lhokseumawe, kondisinya juga sempat beberapa kali tertutupi awan.

"Secara umum bisa disimpulkan kalau cuaca untuk pengamatam kali ini tergolong bagus. Dimana gerhana hanya beberapa kali tertutup dengan awan yang bergerak, bukan awan yang menumpuk," tegasnya.

Ditambahan, dengan telah berlangsungnya gerhana bulan total ini, maka hanya tersisa dua kali gerhana lagi sepanjang tahun 2026 ini.

Kedua gerhana yang masih bakal terjadi ditahun 2026 ini adalah gerhana Matahari Total, 13 Agustus 2026 M, 29 Safar 1448 H dan gerhana Bulan Parsial, 28 Agustus 2026 M, 15 Rabiul Awal 1448 H.(*)

 


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved