Ramadam 2026
Jamaah Meunasah Al-Bayan Peringati Malam Nuzulul Quran, Santuni Anak Yatim dan Tadarus
“Momentum ini tidak hanya untuk memperingati Nuzulul Quran, tetapi juga untuk mempererat kebersamaan masyarakat,"
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Jamaah Meunasah Al-Bayan Peringati Malam Nuzulul Quran, Santuni Anak Yatim dan Tadarus
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Jamaah Meunasah Al-Bayan, Gampong Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat memperingati malam Nuzulul Quran yang bertepatan dengan malam ke-17 Ramadhan 1447 Hijriah dengan menggelar berbagai kegiatan, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan tersebut diawali dengan buka puasa bersama yang diikuti jamaah, para undangan, serta anak-anak yatim di lingkungan setempat. Acara jemudian dilanjuti dengan ceramah Nuzulul Quran, serta tadarus Al-Qur’an bersama masyarakat.
Ketua panitia pelaksana, Tgk Armaja, menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut pihaknya menyalurkan santunan kepada 14 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bulan suci Ramadhan.
“Momentum ini tidak hanya untuk memperingati Nuzulul Quran, tetapi juga untuk mempererat kebersamaan masyarakat serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, terutama anak-anak yatim,” ujarnya.
Ceramah Nuzulul Quran pada kegiatan tersebut disampaikan oleh penceramah Tgk Salman Saf. Dalam tausiyahnya di hadapan jamaah, ia mengajak masyarakat untuk tidak memperbesar perbedaan pandangan atau persoalan khilafiah di tengah umat Islam.
Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang sudah ada sejak masa para imam mazhab, sehingga umat Islam diharapkan mampu menyikapinya dengan sikap saling menghormati dan menerima.
“Jangan lagi saling membesar-besarkan persoalan khilafiah. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa hidup saling menerima dengan aman dan nyaman, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para imam mazhab,” katanya.
Dalam ceramah tersebut, Tgk Salman Saf juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kaum fakir dan miskin. Ia menyampaikan pesan agar umat Islam tidak melupakan mereka yang membutuhkan, terutama saat menikmati makanan dan minuman.
Ia mengibaratkan bahwa “musik yang paling haram” adalah suara sendok dan garpu yang terdengar oleh kaum fakir miskin ketika orang lain sedang makan, sementara mereka tidak memiliki apa-apa. Karena itu, masyarakat diajak untuk memperbanyak sedekah, baik berupa makanan, minuman, maupun bantuan lainnya, terlebih di bulan Ramadhan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan tadarus Al-Qur’an yang dilantunkan oleh para qari dari Aceh Barat. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi generasi muda di lingkungan Meunasah Al-Bayan agar semakin akrab dengan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an serta berbagai lagu tilawah.
Sementara itu, Tokoh masyarakat setempat, Tgk Suandi berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap Ramadhan karena dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat dalam mengisi bulan suci dengan aktivitas yang bermanfaat.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk mengisi Ramadhan dengan kegiatan yang positif serta memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat,” pungkasnya. (ar)
| Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-28 Ramadhan: Allah Mengangkat Derajatnya 1000 Tingkat di Surga |
|
|---|
| Festival Ramadhan SMAN 1 Baitussalam Resmi Ditutup |
|
|---|
| Buka Puasa di Banda Aceh Hari Ini Jam Berapa? Simak Jadwal Lengkap 13 Maret 2026 |
|
|---|
| Malam Ini, Tgk Husnaini Hasbi Isi Ceramah Tarawih di Islamic Center Lhokseumawe |
|
|---|
| SMA Negeri 9 Banda Aceh Berbagi Takjil untuk Pengguna Jalan dan Panti Asuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jamaah-Meunasah-Al-Bayan-memperingati-malam-Nuzulul-Quran.jpg)